DailyFX.ID — Harga kontrak crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) ditutup melonjak pada perdagangan Senin (10/8/2026), menyentuh level tertinggi dalam lebih dari empat bulan. Penguatan ini didukung oleh kenaikan harga minyak nabati pesaing di bursa Dalian dan Chicago.
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives, kontrak CPO pengiriman Agustus 2026 naik 18 ringgit Malaysia menjadi 4.545 ringgit Malaysia per ton. Kontrak September 2026 meningkat 25 ringgit Malaysia menjadi 4.631 ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, kontrak Oktober 2026 terkerek 46 ringgit Malaysia menjadi 4.723 ringgit Malaysia per ton, dan kontrak November 2026 melesat 55 ringgit Malaysia menjadi 4.790 ringgit Malaysia per ton.
Kontrak Desember 2026 melonjak 51 ringgit Malaysia menjadi 4.836 ringgit Malaysia per ton, sedangkan kontrak Januari 2027 naik 43 ringgit Malaysia menjadi 4.872 ringgit Malaysia per ton.
“Kontrak berjangka CPO hari ini tetap menguat didukung penguatan minyak nabati di Dalian. Data Southern Peninsular Palm Oil Millers Association juga menunjukkan tanda-tanda perlambatan produksi yang memberikan dukungan terhadap harga,” kata seorang pedagang berbasis di Kuala Lumpur dikutip dari Reuters.
Sebelumnya, data Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menunjukkan stok minyak sawit Malaysia meningkat ke level tertinggi dalam lima bulan pada Juli, mencapai 2,63 juta metrik ton. Jumlah tersebut naik 3,32% dibandingkan bulan sebelumnya, karena produksi meningkat lebih tinggi dibandingkan permintaan ekspor. Namun, menurut pedagang tersebut, data stok masih berada dalam kisaran yang sesuai dengan ekspektasi pasar.
Sementara itu, ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1-10 Agustus dilaporkan meningkat. Data perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia mencatat kenaikan 14,8%, sementara Intertek Testing Services mencatat peningkatan 2,6%.
Penguatan CPO juga didukung kenaikan harga minyak nabati pesaing. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,13%, sedangkan kontrak minyak sawit Dalian menguat 0,59%. Di Chicago Board of Trade, harga minyak kedelai naik 1,16%.
Harga CPO mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena komoditas tersebut bersaing untuk mendapatkan pangsa di pasar minyak nabati global. Di pasar energi, harga minyak dunia bergerak terbatas pada Senin setelah optimisme mengenai pembicaraan untuk membuka kembali Selat Hormuz berkurang. Iran menegaskan AS harus memenuhi sejumlah tuntutan sebelum jalur pelayaran strategis tersebut dapat dibuka kembali. Kenaikan harga minyak mentah membuat CPO lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Ikuti DailyFX.ID
