— JAKARTA – Harga daging sapi di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, masih bertahan di level Rp 150.000 per kilogram dalam lima bulan terakhir. Kondisi ini membuat penjualan pedagang daging mengalami penurunan drastis, bahkan mendorong beberapa pedagang untuk memilih pulang ke kampung halaman.

Seorang pedagang daging di Pasar Minggu, Ahmad, mengungkapkan bahwa tingginya harga daging secara signifikan mengurangi jumlah pembelian dari konsumen. Jika sebelumnya konsumen bisa membeli hingga 5 kilogram, kini rata-rata pembelian hanya berkisar antara 2 hingga 3 kilogram.

“Biasanya orang beli 5 kg, sekarang jadi 2 atau 3 kg,” kata Ahmad, Jumat (21/8/2026).

Penurunan omzet ini juga tercermin dari jumlah stok yang terjual setiap harinya. Ahmad menyebutkan, dari kapasitas penjualan sebelumnya yang bisa mencapai 50 kg, kini hanya sekitar 20 kg yang berhasil terjual.

“Biasanya 50 kg, sekarang tinggal 20 kg,” ujarnya.

Kondisi yang sulit ini bahkan membuat sejumlah pedagang memutuskan untuk meninggalkan Pasar Minggu dan kembali ke daerah asal mereka. Ahmad mencatat, setidaknya ada tiga pedagang yang telah pulang kampung karena harga daging yang tidak kunjung stabil di angka yang lebih rendah.

“Ada tiga orang yang pulang kampung karena harga enggak turun-turun,” tutur Ahmad, yang berasal dari Pandeglang.

Situasi serupa juga terpantau di area sekitar terminal Pasar Minggu. Ahmad menambahkan bahwa banyak pedagang yang biasanya aktif berjualan di malam hari kini tidak lagi terlihat.

“Biasanya yang di sekitar terminal buka kalau malam, tapi sekarang pada enggak aktif,” ujarnya.

Akibat penjualan yang melambat, pedagang kini membutuhkan waktu lebih lama untuk menghabiskan stok dagangan. Berbeda dengan kondisi sebelum Lebaran di mana stok daging biasanya sudah habis atau hanya tersisa 1-2 kg pada pukul 10.00 WIB, kini pedagang harus menunggu hingga siang atau bahkan sore hari agar seluruh dagangan laku.

“Kalau sebelum Lebaran jam 10 sudah habis atau tinggal menyisakan 1-2 kg. Sekarang sampai 12 kg bahkan sampai sore karena kalau enggak habis setoran,” jelas Ahmad.

Ahmad mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab utama harga daging sapi bertahan di angka Rp 150.000 per kilogram. Namun, ia menduga faktor biaya pakan ternak dan akomodasi menjadi salah satu penyebabnya.

Saat ini, baik daging sapi impor maupun lokal di tingkat penjualan berada di kisaran Rp 150.000 per kilogram. Menurut para pedagang, harga tersebut merupakan batas minimum yang diperlukan agar mereka tetap bisa mendapatkan keuntungan.

“Kalau enggak segitu enggak untung. Kalau harga Rp130.000, harga daging impor Rp 120.000,” ungkapnya.

Ahmad berharap harga daging sapi dapat segera kembali ke kisaran Rp 130.000 per kilogram. Ia meyakini penurunan harga tersebut akan mampu meningkatkan daya beli masyarakat dan kembali menggairahkan penjualan di Pasar Minggu.