DailyFX.ID — JAKARTA – Pemerintah Tajikistan dilaporkan telah mengajukan permohonan resmi untuk mengimpor sekitar 2,5 juta ton minyak mentah serta produk bahan bakar dari Iran. Langkah ini diambil menyusul adanya kendala pasokan dari Rusia, yang merupakan pemasok utama negara tersebut, akibat kelangkaan bahan bakar di dalam negeri.
Kementerian Transportasi Tajikistan dalam pernyataan resminya pekan ini merinci permintaan tersebut mencakup 2 juta ton minyak mentah, 150.000 ton bensin, 300.000 ton solar, dan 100.000 ton bahan bakar jet. Informasi ini sebagaimana dikutip dari Reuters.
Selama ini, Tajikistan sangat bergantung pada Rusia untuk memenuhi kebutuhan produk minyaknya, yang mencapai hingga 80%. Namun, situasi berubah akibat serangan drone Ukraina yang terus menerus menghantam sejumlah kilang minyak di Rusia, menyebabkan kekurangan pasokan di pasar domestik.
Situasi ini mendorong Tajikistan untuk menjajaki sumber energi alternatif. Negara yang memiliki kedekatan budaya dan bahasa dengan Iran ini melihat potensi kerja sama dengan Teheran. Sebelumnya pada Juli lalu, Menteri Energi Tajikistan sempat menyatakan bahwa pemerintah sedang dalam negosiasi dengan beberapa negara lain, termasuk Kazakhstan, Turkmenistan, Iran, Irak, dan Belarus untuk mencari tambahan pasokan produk minyak.
Pemerintah Rusia sendiri saat ini telah memberlakukan larangan ekspor untuk solar, bensin, dan bahan bakar pesawat demi menstabilkan pasar domestik. Namun, kesepakatan pasokan antar-pemerintah dilaporkan dikecualikan dari larangan tersebut.
Ikuti DailyFX.ID
