— Pasar emas perhiasan di China menghadapi masa sulit seiring pelemahan permintaan di negara yang menjadi konsumen emas terbesar di dunia. World Gold Council (WGC) dalam laporannya pada Juli 2026 mengungkapkan bahwa permintaan emas perhiasan di China menyusut 28% secara tahunan pada kuartal kedua 2026. Angka ini merupakan yang terendah sejak 2004.

Menurut WGC, penurunan permintaan tersebut disebabkan oleh tingginya harga emas yang membuat konsumen lebih berhati-hati. Selain itu, tren demografis jangka panjang seperti penurunan angka pernikahan dan kelahiran juga memberikan tekanan pada pasar emas perhiasan di China.

Situasi ini berdampak pada para pengecer emas perhiasan di berbagai kota di China. Laporan South China Morning Post (SCMP) menyebutkan bahwa sejumlah toko emas perhiasan terpaksa tutup. Salah satu contohnya terlihat di Biyang, Provinsi Henan, di mana toko-toko yang dulunya berjejer di jalan komersial utama kini banyak yang gulung tikar.

Seorang guru lokal bernama Yu Qian menceritakan, “Perhiasan emas dulunya sangat populer di wilayah kecil kami. Dulu ada lebih dari 20 toko emas yang beroperasi di sini, namun menurut perkiraan saya, lebih dari dua pertiganya kini sudah tutup.” Ia menambahkan bahwa harga emas yang tinggi dan fluktuatif, ditambah penurunan angka pernikahan, menjadi penyebab utama.

Perusahaan ritel emas besar di China juga merasakan dampak pelemahan ini. Chow Tai Seng melaporkan pengurangan bersih sebanyak 473 toko di seluruh negeri, sementara Lao Feng Xiang mencatat telah menutup 342 gerai di kota-kota tingkat tiga dan empat.

Fred You, seorang manajer pengembangan bisnis di Guangdong untuk merek perhiasan nasional, menjelaskan bahwa toko-toko perhiasan kecil menghadapi tekanan berat. “Konsumen kini membeli emas dengan bobot yang lebih sedikit, sementara pemilik toko tetap harus menyediakan stok barang, membayar sewa, dan menanggung biaya operasional lainnya,” ujarnya.

Minat Beralih ke Emas Batangan dan Koin

Perubahan preferensi konsumen juga terlihat dari pergeseran minat ke emas batangan dan koin. Data dari China Gold Association menunjukkan bahwa permintaan emas perhiasan anjlok 33,88% secara tahunan menjadi 132,1 ton pada semester pertama 2026. Sebaliknya, permintaan akan emas batangan dan koin emas justru naik 28,42% menjadi 339,3 ton pada periode yang sama.

Menghadapi kondisi pasar yang berubah, konsumen emas di China beradaptasi. Mereka cenderung memilih emas perhiasan yang lebih ringan, memanfaatkan layanan tukar tambah perhiasan lama dengan yang baru, serta beralih ke produk investasi emas dengan premi yang lebih rendah.