DailyFX.ID — Pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) menjadi tonggak baru dalam upaya penguatan dan penetrasi ekosistem emas nasional. Inisiatif ini didukung oleh para pelaku usaha dan industri yang bertekad memajukan pasar bullion di Indonesia.
IBMA dibentuk dengan tujuan utama mengembangkan pasar bullion yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan. Hal ini akan dicapai melalui kolaborasi, standardisasi, edukasi, serta penguatan ekosistem industri nasional. Kehadiran IBMA diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi strategis bagi seluruh pelaku industri, dari hulu hingga hilir. Lebih lanjut, asosiasi ini diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam perumusan kebijakan, peningkatan standar industri, dan penguatan daya saing pasar bullion nasional di kancah regional maupun global.
Dengan integrasi yang lebih cepat, akselerasi proses hilirisasi emas dan keragaman produk berbasis emas akan meningkat. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan daya saing Indonesia sebagai pusat pasar bullion di Asia Tenggara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pembentukan IBMA menandai fase baru pengembangan industri bullion Indonesia. Setelah fondasi regulasi dan kelembagaan terbentuk melalui implementasi kegiatan usaha bullion, fokus selanjutnya adalah menciptakan pasar yang lebih efisien, likuid, transparan, dan terintegrasi.
“Indonesia memiliki potensi emas yang besar. Tantangan kita bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi memastikan emas tersebut dikelola di dalam negeri sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional. IBMA diharapkan menjadi katalis yang memperkuat kolaborasi industri sekaligus meningkatkan daya saing pasar bullion Indonesia,” ujar Airlangga saat peluncuran IBMA di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Satu tahun setelah peluncuran kegiatan usaha bullion (bank emas) oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, kinerja bullion bank menunjukkan antusiasme positif dari masyarakat. Periode satu tahun pertama telah berhasil membangun fondasi dan memperlihatkan potensi besar ekosistem bullion Indonesia.
Saat ini, bullion bank di Indonesia telah mengelola sekitar 177 ton emas. Rinciannya, 153 ton dikelola oleh Pegadaian dan 24 ton dikelola oleh BSI. Capaian ini mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI (14/8/2026). Presiden menilai bank emas Indonesia sebagai terobosan strategis yang mampu mengamankan aset nasional, memperkuat sistem keuangan, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.
Ikuti DailyFX.ID
