DailyFX.ID — LABUAN BAJO – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memimpin langsung pelepasan truk-truk bantuan pangan dari Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (19/8/2026). Bantuan ini ditujukan bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana gempa di wilayah tersebut.
Bantuan yang dikirim berupa beras, minyak goreng, mi instan, gula, dan berbagai kebutuhan pangan pokok lainnya. Truk-truk bantuan tersebut diarahkan untuk segera bergerak menuju titik-titik lokasi bencana tanpa menunda proses administrasi yang dianggap memakan waktu.
Mentan Amran menegaskan bahwa dalam situasi bencana, tidak ada ruang untuk perdebatan mengenai kewenangan atau prosedur yang dapat menghambat penyaluran bantuan. Ia menekankan bahwa keselamatan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas utama, mengingat penanganan bencana merupakan persoalan kemanusiaan.
“Ini penting, kita harus turun. Jangan melihat pangkat, jabatan, bukan. Ini kemanusiaan. Siapa yang melihat masalah, laporkan, kita eksekusi cepat,” ujar Mentan Amran dalam keterangannya di Labuan Bajo, NTT, dikutip pada Kamis (20/8/2026).
Langkah cepat ini, lanjut Mentan Amran, merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sejak bencana terjadi. Kementerian Pertanian, bersama dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, BNPB, TNI-Polri, dan instansi terkait lainnya, diminta untuk segera turun ke lapangan dan menyelesaikan persoalan langsung di lokasi terdampak.
“Kami turun ke lapangan sejak kejadian hari Sabtu. Kami diperintah Bapak Presiden langsung bergerak cepat. Sekali lagi, kita turun ini adalah perintah Bapak Presiden: bergerak cepat, menyelesaikan masalah, bukan membawa masalah ke Jakarta,” terangnya.
Saat melakukan peninjauan langsung ke salah satu titik yang terdampak bencana, Mentan Amran mengambil keputusan cepat merespons kebutuhan tambahan beras yang disampaikan oleh pemerintah daerah. Permintaan awal sebanyak 20 ton langsung ditingkatkan menjadi 200 ton untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi.
“Kami turun ke titik bencana, tadi kami melihat langsung. Bahkan ada yang minta 20 ton, kami berikan 200 ton. Kami disposisi, Wakil Bupati dan Kapolres tulis tangan, kami juga tulis tangan, karena butuh bantuan cepat. Kalau diproses ke Jakarta bisa tiga hari, bisa satu minggu,” bebernya.
Kecepatan Administratif dalam Kondisi Darurat
Mentan Amran kembali menekankan bahwa prosedur administratif tidak boleh menjadi alasan keterlambatan dalam kondisi darurat. Ia memberikan instruksi tegas mengenai prioritas penanganan.
“Ini perintah Bapak Presiden, kita harus bergerak cepat. Ambil dulu beras di gudang, proses izinnya, persetujuannya belakangan. Ini darurat. Nanti saya tanda tangan menyusul,” ia menegaskan.
Kementerian Pertanian mencatat bahwa sekitar 34 ribu pengungsi membutuhkan kurang lebih 300 ton beras setiap bulannya. Sementara itu, ketersediaan stok beras di wilayah NTT saat ini dilaporkan mencapai sekitar 39 ribu ton.
Dengan kondisi stok yang ada, Mentan Amran memastikan pasokan beras untuk masyarakat terdampak bencana berada dalam kondisi aman, bahkan jika penanganan bencana memerlukan waktu yang lebih panjang. “Kami hitung 34 ribu pengungsi, kebutuhan berasnya sekitar 300 ton per bulan. Stok kita di sini 39 ribu ton. Jadi tidak ada masalah. Enam bulan pun berasnya aman, sampai satu tahun aman,” ujar Mentan Amran.
Komitmen Kementan untuk Bantuan Pangan di NTT
Selain beras, truk-truk yang dilepas juga membawa berbagai kebutuhan pangan lainnya seperti minyak goreng dan gula. Sebagian dari bantuan ini merupakan program pemerintah, sementara sebagian lainnya berasal dari inisiatif pribadi Mentan Amran beserta jajaran Kementerian Pertanian sebagai bentuk kepedulian.
Mentan Amran mengungkapkan bahwa pengalamannya menghadapi bencana membuatnya memahami betul kondisi masyarakat yang harus meninggalkan rumah dan beradaptasi dengan keterbatasan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya mendengarkan dan menangani setiap keluhan sekecil apa pun dari warga, tanpa menganggapnya sebagai persoalan sepele.
“Kita harus terima, karena kami secara pribadi pernah mengalami hal serupa. Kami pernah kena bencana, tidur di bawah pohon dan di tenda-tenda kecil,” tuturnya.
Mentan Amran memastikan bahwa Kementerian Pertanian akan terus mengawal penyediaan bantuan pangan di NTT hingga kondisi masyarakat sepenuhnya pulih. Dengan stok yang memadai dan dukungan lintas instansi, pemerintah berkomitmen untuk memastikan tidak ada warga terdampak bencana yang mengalami kesulitan pangan.
“Yang paling penting, kita bergerak cepat menyelesaikan masalah. Alhamdulillah kami sudah cek langsung dan sudah hitung kekuatan kita di sini. Aman, tidak ada masalah,” pungkasnya.
Ikuti DailyFX.ID
