DailyFX.ID — JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklarifikasi bahwa anggaran untuk pemulihan pasca-gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak terbatas pada angka Rp 44 miliar. Ia menjelaskan adanya kesalahpahaman mengenai jumlah pencairan dana yang telah disalurkan.
Menurut Purbaya, dana sebesar Rp 44 miliar yang telah dicairkan pemerintah bukanlah alokasi dana baru, melainkan dana awal yang dikirim pada awal Agustus lalu. Transferan tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat kepada daerah atas petunjuk Presiden Prabowo Subianto.
“NTT yang kemarin kan? Itu kan sebelum itu ada salah paham masalah saya tambah uang Rp 44 miliar. Itu tuh sudah 44 miliar tuh jumlah yang kita kirim awal Agustus untuk bantuan pemerintah pusat ke daerah atas petunjuk Bapak Presiden (Prabowo Subianto),” jelas Purbaya kepada wartawan di Komplek DPR/MPR, Jakarta, Kamis (20/9/2026).
Ia menduga, pernyataan Bupati setempat mengenai ketersediaan dana yang hanya ratusan juta rupiah kemungkinan besar belum menghitung transferan terbaru tersebut. “Jadi, yang dibilang Bupati di sana hanya punya sekian ratus juta, rupanya dia kemungkinan besar lupa menghitung yang transferan baru itu,” tambahnya.
Purbaya menegaskan bahwa proses pencairan dana tambahan di luar Rp 44 miliar tersebut akan segera dilakukan. Saat ini, ia masih menunggu persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto sebelum dana penanganan bencana gempa di NTT dapat digelontorkan.
“Pak Menteri Dalam Negeri sudah menghitung dan mengajukan ke kami. Kami menunggu persetujuan dari Setneg dan Presiden seperti apa. Tapi uangnya jumlahnya masih manageable, jadi tidak mengancam anggaran kami,” pungkasnya.
Ikuti DailyFX.ID
