DailyFX.ID — Indonesia Fashion & Aesthetics (IFA) memperluas jangkauan kolaborasinya ke berbagai daerah di Indonesia melalui acara signature event bertajuk IFA Archipelago. Langkah ini diambil untuk menangkap potensi besar yang dimiliki kota-kota di luar Jakarta dalam industri fashion dan kecantikan-estetika, yang terus berkembang pesat.
IFA sendiri merupakan sebuah platform yang dirancang untuk menyatukan para pelaku usaha dan profesional di sektor fashion dan kecantikan-estetika dalam sebuah ekosistem kolaboratif. Sejak pertama kali digelar di Jakarta pada tahun 2024, IFA secara konsisten menyelenggarakan rangkaian fashion show, pameran (exhibition), dan penghargaan (awarding) dengan penekanan pada kualitas dan eksklusivitas.
Melanjutkan kesuksesan tersebut, IFA tahun ini akan menghadirkan rangkaian roadshow di berbagai daerah. IFA Archipelago direncanakan menjadi acara tahunan yang diadakan menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri. Selain itu, acara ini juga berfungsi sebagai ruang untuk memperkenalkan potensi modest fashion dan kecantikan-estetika dari berbagai daerah ke panggung yang lebih luas.
“Sejak pertama kali diselenggarakan, IFA mendapatkan sambutan positif dari berbagai daerah. Kami percaya bahwa setiap daerah dan provinsi memiliki kekuatan budaya, kreativitas, dan potensi ekonomi yang layak mendapatkan panggung berskala nasional. Antusiasme tersebut menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan sebuah platform yang menampilkan karya terbaik anak bangsa sehingga dapat mendorong pertumbuhan industri kreatif Indonesia secara berkelanjutan,” papar Dian Komalasary, Founder dan CEO IFA.
Mengangkat Kekayaan Wastra Kalimantan Selatan
IFA Archipelago Kalimantan Selatan dijadwalkan akan digelar pada 11 Agustus 2026 di Ballroom Grand Maya by Artotel, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pemilihan kota ini sebagai lokasi pertama penyelenggaraan IFA Archipelago menegaskan komitmen IFA untuk mendukung pertumbuhan industri kreatif daerah.
Acara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Selatan, khususnya wastra Sasirangan, melalui interpretasi para desainer lokal maupun nasional dalam sentuhan yang modern dan berdaya saing. Selain fokus pada fashion, IFA Archipelago juga memberikan perhatian pada perkembangan sektor kecantikan-estetika di Kalimantan Selatan yang terus menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap beauty, wellness, dan lifestyle.
Lebih dari sekadar perhelatan mode, IFA Archipelago hadir sebagai ruang kolaborasi bagi ekosistem fashion dan kecantikan-estetika. Acara ini melibatkan desainer, pelaku industri estetika, klinik kecantikan, merek skincare, produk wellness, hingga para profesional kreatif untuk saling bertumbuh, berinovasi, dan membuka peluang bisnis baru.
Fashion Show dan Dukungan Pemerintah Daerah
Fashion show IFA Archipelago Kalimantan Selatan akan menampilkan koleksi modest fashion dari sejumlah desainer dan merek ternama. VIVIZUBEDI, Si.Se.Sa, dan Ayu Dyah Andari dijadwalkan tampil dalam Opening Ceremony, dilanjutkan dengan karya dari Lia Soraya, Donna Prive, Arabellescarf, Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Khanaan, Motif Hawa, dan Buttonscarves.
Kehadiran para desainer dan merek ini tidak hanya akan memperkaya perspektif modest fashion, tetapi juga berkontribusi dalam upaya mempertemukan kekayaan budaya lokal dengan perkembangan fashion kontemporer. Dukungan dari Ibu Gubernur Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah Muhidin, turut memperkuat penyelenggaraan IFA Archipelago di Kalimantan Selatan. Dukungan ini menjadi elemen krusial dalam mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan untuk mengembangkan potensi fashion, kecantikan-estetika, serta industri kreatif di Kalimantan Selatan.
Edukasi dan Apresiasi Industri Kreatif
Rangkaian IFA Archipelago Kalimantan Selatan tidak hanya menyajikan fashion show dan pameran, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan pengembangan kapasitas bagi para pelaku industri. Salah satu wujudnya adalah penyelenggaraan workshop bertema “Personal Branding” bersama Okky Asokawati pada 10 Agustus 2026, yang diikuti oleh sekitar 100 perempuan bersemangat untuk terus berkembang dan berkarya.
Program edukasi ini merupakan bagian dari komitmen IFA untuk membangun ekosistem yang tidak hanya berfokus pada karya dan bisnis, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di industri kreatif. Sebagai bagian dari rangkaian acara, IFA Archipelago juga memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha dan profesional yang telah berkontribusi terhadap perkembangan fashion, kecantikan-estetika, serta industri kreatif di daerah melalui IFA Archipelago Award 2026.
Pada penyelenggaraan perdana ini, penghargaan diberikan kepada Bank Syariah Indonesia sebagai Lembaga Keuangan Pemerhati Industri Kreatif, VIVIZUBEDI sebagai The Highest Honor for Fashion Vision & Influence, Ayu Dyah Andari sebagai The Most Influential Modest Fashion Designer of South Kalimantan, Hj. Kathrin Ambarsari, S.Hut. sebagai The Most Inspiring Sasirangan Designer, dr. Ayu Widianingrum sebagai The Most Inspiring Dokter Aesthetic & Regeneratif Cell, dan Buttonscarves sebagai The Trailblazer of Indonesian Fashion on The Global Stage.
Penghargaan ini diharapkan menjadi bentuk apresiasi IFA terhadap individu maupun pelaku industri yang tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekosistem fashion dan kecantikan-estetika di daerah.
Ikuti DailyFX.ID
