DailyFX.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 24,3 poin atau 0,38% ke level 6.436,8 pada penutupan perdagangan Rabu (16/9/2026). Kendati demikian, beberapa saham dalam indeks LQ45 terpantau menguat, dengan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memimpin kenaikan 4,09%.
Tiga saham berhasil mencapai Auto Rejection Atas (ARA), yaitu saham MGNA, UANG, dan VICI. Selain itu, saham-saham seperti MGNA dan YULE turut masuk dalam jajaran saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers), membukukan lonjakan harga antara 18% hingga 34%.
Secara keseluruhan, bursa mencatat 213 saham menguat, 456 saham melemah, dan 294 saham stagnan. Total nilai transaksi harian mencapai Rp 11,8 triliun.
Dua sektor saham berhasil ditutup menguat. Sektor perindustrian memimpin dengan kenaikan 0,91%, diikuti sektor barang konsumen primer sebesar 0,11%. Sektor lainnya yang mengalami pelemahan meliputi sektor infrastruktur (1,39%), teknologi (1,13%), barang konsumen non-primer (1,12%), properti (0,78%), energi (0,62%), keuangan (0,42%), barang baku (0,27%), kesehatan (0,24%), dan transportasi (0,14%).
Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan bahwa pasar domestik saat ini mencermati langkah-langkah fiskal dari Menteri Keuangan baru, khususnya terkait kredibilitas dan disiplin anggaran. Pasar juga menaruh harapan agar pergantian Menteri Keuangan dapat membawa perubahan positif dalam penerapan disiplin fiskal dan komunikasi kebijakan pemerintah.
Langkah tersebut dianggap krusial untuk memperkuat kepercayaan investor internasional dan lembaga pemeringkat kredit. Salah satu fokus utama adalah komitmen untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada dalam batas 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ekspektasi terhadap kesinambungan dan kredibilitas kebijakan fiskal menjadi salah satu sentimen domestik yang menopang pergerakan IHSG.
Dari pasar eksternal, Pilarmas menambahkan bahwa pelaku pasar masih menanti keputusan kebijakan moneter dari The Fed. Pasar secara luas memprediksi bank sentral Amerika Serikat akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Selain The Fed, harga minyak dunia juga menjadi perhatian setelah persediaan minyak mentah AS meningkat di luar perkiraan, menyebabkan koreksi harga.
Cuan Besar di Tengah Pelemahan IHSG
Di tengah pelemahan IHSG, sebanyak lima saham memberikan keuntungan paling besar dengan kenaikan harga mencapai 18% hingga 34% dalam sehari.
Saham-saham tersebut antara lain PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) yang melesat 34,4% ke level Rp 199, PT Pakuan Tbk (UANG) yang melonjak 24,9% ke Rp 4.210, dan PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) yang naik 24,8% ke Rp 1.280.
Selanjutnya, PT Vastland Indonesia Tbk (VAST) mengalami kenaikan 20,7% menjadi Rp 134, serta PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) terangkat 18,16% ke Rp 4.100.
Sementara itu, beberapa saham mengalami penurunan signifikan. PT Inter-Delta Tbk (INTD) longsor 15% ke Rp 272, PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) ambles 14,8% ke Rp 366, dan PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) jatuh 14,39% ke Rp 119.
Saham PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) terkoreksi 10,1% ke Rp 178, dan PT MD Entertainment Tbk (FILM) terkikis 9,9% ke Rp 680.
Ikuti DailyFX.ID
