DailyFX.ID — JAKARTA – Perusahaan Garibaldi Thohir atau yang akrab disapa Boy Thohir, PT Trinugraha Thohir Harmoni, tercatat sebagai salah satu pemegang saham signifikan di emiten yang dimiliki oleh Nagita Slavina dan Raffi Ahmad, yaitu PT Satu Visi Putra Tbk (VISI).
Berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per tanggal 31 Agustus 2026, Trinugraha Thohir Harmoni menggenggam sebanyak 246 juta lembar saham, yang setara dengan 8% kepemilikan di PT Satu Visi Putra.
Perdagangan saham VISI sendiri menunjukkan lonjakan signifikan. Pada Rabu (16/9/2026), sahamnya melesat 24,88% ke level Rp 1.280. Total 11,38 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi 2.036 kali, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 13,27 miliar. Sepanjang tahun berjalan (ytd), saham Satu Visi Putra telah melonjak lebih dari 577%.
Emiten yang bergerak di bidang penyedia materi iklan dan percetakan, milik selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), berencana mengakuisisi PT Hasna Medika Bakti Cirebon. Perusahaan ini mengelola Rumah Sakit Jantung Hasna Medika Cirebon di Jawa Barat.
Pada 20 Agustus 2026, perseroan telah menandatangani Perjanjian Pemesanan Saham Bersyarat (Conditional Share Subscription Agreement/CSSA) dengan PT Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC). Selain itu, ditandatangani pula Perjanjian Penjualan dan Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Shares Sale and Purchase Agreement/CSPA) dengan Hasna Medika Utama Group untuk mengakuisisi 72,91% saham HMBC.
Rincian transaksi tersebut meliputi pengambilan bagian 142.393 saham baru (65%) yang diterbitkan oleh HMBC, serta pembelian 17.325 saham HMBC milik Hasna Medika Utama Group. “Nilai total transaksi atas rencana pengambilalihan HMBC oleh perseroan sebagaimana termaktub dalam CSSA dan CSPA adalah sebesar Rp286 miliar,” demikian tulis manajemen VISI dalam prospektus yang dipublikasikan pada Selasa (25/8/2026).
Bersamaan dengan pelaksanaan akuisisi, HMBC juga akan melakukan konversi utang. Ini mencakup restrukturisasi dan konversi utang HMBC kepada Pieter Tanuri, Roy Himawan, dan Darwin Cyril Noerhadi. Ketiganya merupakan pemegang saham dan/atau pengurus eksisting HMBC, dengan total nilai keseluruhan sebesar Rp33,45 miliar.
Nilai utang tersebut akan dikonversi menjadi 18.692 saham baru HMBC yang akan diterbitkan secara proporsional kepada ketiga pemegang saham tersebut, sesuai dengan nilai piutang yang dimiliki masing-masing.
Manajemen Satu Visi menyatakan bahwa penyelesaian akuisisi HMBC akan diikuti dengan perubahan terhadap kegiatan usaha VISI. Perseroan berencana untuk menambah kegiatan usaha berupa aktivitas perusahaan induk (holding).
Selanjutnya, perseroan akan beroperasi secara eksklusif sebagai perusahaan holding, sementara kegiatan usaha operasional akan dijalankan melalui anak-anak perusahaannya. Manajemen meyakini perubahan kegiatan usaha ini akan memberikan manfaat berupa peningkatan kinerja dan profitabilitas perusahaan, mendukung pertumbuhan jangka panjang, serta menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Perubahan kegiatan usaha ini direncanakan akan dilaksanakan pada kuartal IV-2026, selambat-lambatnya pada tanggal 23 Oktober 2026.
Gelar Private Placement
Sejalan dengan rencana akuisisi tersebut, VISI berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Rencana ini melibatkan pengeluaran 307,5 juta saham baru.
Apabila mengacu pada harga saham VISI pada penutupan perdagangan Senin (24/8/2026) yang sebesar Rp 890 per saham, perseroan berpotensi meraup dana hingga Rp273,67 miliar dari hasil private placement ini.
“Seluruh dana dari pelaksanaan PMTHMETD akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan guna mendukung kegiatan serta pengembangan bisnis perseroan, yang salah satunya dalam bentuk penyertaan saham dalam perusahaan yang bergerak di bidang usaha sektor kesehatan (healthcare),” tulis manajemen VISI dalam prospektusnya.
Untuk memuluskan rencana ini, perseroan akan meminta persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Independen yang dijadwalkan pada 30 September 2026.
Ikuti DailyFX.ID
