— Indonesia mengambil langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) melalui partisipasi aktif dalam APSA 2026 Regional Plant Variety Protection Consultation di Seoul, Korea Selatan, pada 11–12 Agustus 2026. Forum ini menjadi wadah penting bagi pejabat pemerintah, pakar, dan pelaku industri benih dari kawasan Asia Pasifik untuk bertukar pandangan dan kebijakan terkait PVT.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Asia and Pacific Seed Alliance (APSA) ini menjadi kesempatan berharga bagi delegasi Indonesia, yang terdiri dari Kepala Pusat PVTPP Leli Nuryati dan Ketua Tim Kerja Pengelolaan PVT Nina Agusti Widaningsih, untuk memperluas jejaring kerja sama internasional. “Partisipasi dalam forum regional seperti ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih konkret dalam pengelolaan PVT,” ujar Leli Nuryati.

Fokus utama pertemuan adalah harmonisasi pengelolaan permohonan hak PVT dari luar negeri dan penerapan konsep varietas turunan esensial. Leli memaparkan bahwa Indonesia telah menerima 26 permohonan hak PVT dari luar negeri dalam lima tahun terakhir. Regulasi Indonesia memungkinkan pemeriksaan substantif varietas asing melalui dokumen laporan uji dari negara asal, yang dikenal sebagai Uji BUSS (Basic Unique and Stable).

“Bagi Indonesia, forum ini menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring kerja dengan organisasi internasional dan kantor penyelenggara PVT di berbagai negara. Pertukaran pengalaman yang dilakukan dalam forum juga memberikan masukan yang relevan bagi penguatan pengelolaan PVT di Indonesia,” tegas Leli.

Pertemuan ini juga menyoroti ketertarikan Laos dan India untuk menjajaki kerja sama dengan Indonesia dalam pengelolaan PVT, termasuk pertukaran dan harmonisasi Panduan Pelaksanaan Uji (PPU) BUSS. APSA siap mendukung dan memediasi bentuk kerja sama antarnegara ini.

Ke depan, Indonesia memandang penguatan kerja sama PVT internasional perlu difokuskan pada harmonisasi standar teknis, pembangunan kepercayaan terhadap kualitas pemeriksaan, penguatan kapasitas kelembagaan, dan pembentukan kerangka kerja sama yang sesuai. Dukungan kolaborasi internasional melalui harmonisasi prosedur pengujian BUSS, pelaksanaan uji BUSS bersama, pengembangan platform digital yang aman, serta fasilitasi kerja sama bilateral dan regional diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, konsistensi, dan kepercayaan dalam sistem PVT.

APSA menyimpulkan perlunya pemetaan area keselarasan antarnegara, identifikasi peluang uji coba kerja sama BUSS, serta pengembangan kapasitas melalui sumber daya teknis. Negara peserta didorong untuk mengidentifikasi mitra dalam pelaksanaan proyek percontohan BUSS, yang diharapkan dapat memperkuat kerja sama regional dan meningkatkan kapasitas penerapan sistem PVT.