DailyFX.ID — JAKARTA – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) tengah memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital. Langkah ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan pusat data (data center) dan kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
INET memfokuskan diri pada lapisan infrastruktur (infrastructure layer) yang meliputi konektivitas, pusat data, jaringan fiber, hingga kabel bawah laut (submarine cable). Christian William Munaba, Investment Analyst Stockbit, mengungkapkan bahwa INET sedang membangun ekosistem infrastruktur digital secara menyeluruh melalui penguatan berbagai lini bisnis.
Hal tersebut merupakan salah satu hasil pertemuan tertutup (closed-door meeting) Stockbit dengan INET pada 16 September 2026. “Aksi akuisisi dan penyertaan modal strategis yang dilakukan INET bertujuan memperluas kapabilitas serta jangkauan bisnis,” tulis Christian dalam catatannya, dikutip pada Kamis (24/9/2026).
Salah satu langkah strategis adalah melalui akuisisi PT Sarana Global Indonesia, yang memiliki dua unit kapal kabel (cable vessels) dan pengalaman lebih dari 16 tahun dalam pemasangan serta pemeliharaan kabel bawah laut. Menurut Christian, struktur bisnis INET mencakup berbagai segmen, mulai dari backbone/IP transit, akses jaringan grosir, konektivitas perusahaan, layanan internet rumah (fiber to the home/FTTH), data center, eksekusi lapangan, hingga subsea.
“Masing-masing unit memiliki fokus pasar sendiri dan dapat memanfaatkan infrastruktur grup,” sebut dia. Untuk proyek baru berskala besar, terutama di sektor subsea, manajemen INET tengah mempertimbangkan sejumlah opsi pendanaan. Opsi tersebut termasuk sumber pendanaan baru, pembiayaan dari vendor, serta kerja sama dengan mitra.
Christian menambahkan bahwa INET tidak berfokus sebagai penyedia layanan komputasi AI secara langsung. Perusahaan ini berada pada lapisan infrastruktur yang mendukung operasional data center dan beban kerja AI (AI workloads). Dalam model bisnis ini, pelanggan dapat membawa unit pemrosesan grafis (graphics processing unit/GPU) mereka sendiri.
INET kemudian menyediakan infrastruktur pendukung seperti data center, akses listrik, jaringan fiber, kabel bawah laut, serta interkonektivitas. Manajemen INET menilai bisnis kabel bawah laut memiliki hambatan masuk (barrier to entry) yang tinggi. Hal ini dikarenakan membutuhkan perizinan yang rumit, modal proyek besar, slot produksi kabel, titik pendaratan (landing points), rekayasa kelautan, ketersediaan kapal, serta pengalaman eksekusi yang mumpuni.
Sementara itu, untuk pengembangan data center, kesiapan lahan, pasokan listrik, ketersediaan air, konektivitas, dan pasokan perangkat menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan. Kebutuhan AI juga turut meningkatkan permintaan akan daya listrik dan air dalam operasional infrastruktur digital.
Ikuti DailyFX.ID
