DailyFX.ID — InJourney akan turut serta dalam pameran dan konferensi bandara internasional, Passenger Terminal Expo Asia (PTE Asia), yang diselenggarakan di Singapura pada 23-24 September. Dalam ajang perdana ini, perusahaan akan memaparkan berbagai inisiatif transformasi yang tengah dijalankan di sektor bandara Indonesia.
Acara yang bertempat di Marina Bay Sands Singapura ini merupakan salah satu platform terkemuka di dunia untuk industri bandara. Executive Vice President Corporate Planning and Transformation InJourney, Erlangga Aekukula Renggana, dijadwalkan menjadi salah satu pembicara dalam Executive Panel Discussion. Sesi ini akan berfokus pada tema “Redefining Passenger Experience Across APAC – Insights from Leading Airports”.
Erlangga akan mengulas bagaimana perubahan ekspektasi penumpang memengaruhi pengalaman mereka selama berada di terminal. Pembahasannya akan menyoroti peran strategis bandara di Indonesia yang tidak hanya mendukung konektivitas domestik tetapi juga berfungsi sebagai gerbang utama pariwisata internasional. “Kehadiran delegasi InJourney ini akan membawa perspektif pasar aviasi Indonesia ke dalam percakapan industri tingkat Asia-Pasifik (APAC), dengan fokus bahasan pada peningkatan pengalaman penumpang, optimalisasi pendapatan non-aeronautika, serta penerapan teknologi bandara secara praktis,” ujar Erlangga dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (17/09/2026).
Selain itu, Aprizal, Non-Aero Commercial Group Head InJourney Airports, akan mempresentasikan potensi komersial terminal dalam sesi “Terminal as Destination: Indonesia’s Non-Aero Revenue Transformation”. Sesi ini akan mendalami strategi pemanfaatan ritel, kuliner, dan berbagai layanan non-aeronautika untuk memperkuat identitas lokal sekaligus meningkatkan pengalaman para pelancong.
Sementara itu, Director of Strategic Planning and ICT InJourney, Ferry Kusnowo, akan bergabung dalam panel “Fixing Airport Pain Points Once and For All”. Diskusi ini akan menggeser fokus dari sekadar ambisi transformasi digital menuju implementasi teknologi yang memberikan dampak operasional terukur untuk mengatasi berbagai kendala di bandara.
Direktur Acara PTE Asia, Dominic Pinfold, menyatakan bahwa kawasan Asia sedang memasuki era baru dalam dunia penerbangan global. Ia menekankan bahwa keputusan investasi terkait kapasitas bandara dan infrastruktur digital saat ini akan menentukan cara miliaran orang bepergian di dekade mendatang. “PTE Asia digagas untuk mempertemukan para pemimpin bandara, pembuat kebijakan, dan inovator teknologi yang bertanggung jawab atas transformasi tersebut. Di tengah gelombang investasi besar di Asia-Pasifik dan Timur Tengah, kolaborasi menjadi semakin penting,” ungkap Pinfold.
Data dari Airports Council International (ACI) memproyeksikan investasi baru senilai USD240 miliar di sektor bandara akan menciptakan kapasitas tambahan untuk 1,24 miliar penumpang. Angka ini sejalan dengan perkiraan peningkatan lalu lintas penumpang sebesar 4,8 persen per tahun di Asia antara 2025 hingga 2028. Pada tahun 2053, bandara di Asia dan Timur Tengah diprediksi akan melayani hampir 11 miliar penumpang per tahun, hampir tiga kali lipat dari jumlah saat ini, menegaskan Asia sebagai motor utama pertumbuhan aviasi global.
Ekspansi besar-besaran ini telah mengubah wajah infrastruktur bandara di seluruh kawasan. Singapura tengah membangun Terminal 5 Bandara Changi, yang akan meningkatkan kapasitasnya menjadi lebih dari 140 juta penumpang per tahun. Negara-negara Asia Tenggara lainnya juga menunjukkan perkembangan serupa, seperti Vietnam yang membangun Bandara Internasional Long Thanh dan Thailand yang terus memperluas gerbang penerbangan internasionalnya. Indonesia sendiri terus melakukan modernisasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk meningkatkan kapasitas dan layanannya.
Ajang PTE Asia ini akan menjadi pertemuan bagi lebih dari 3.500 profesional, termasuk eksekutif bandara, otoritas penerbangan, maskapai, arsitek, penyedia teknologi, dan spesialis infrastruktur. Mereka akan berdiskusi dan mengeksplorasi masa depan operasional bandara serta pengalaman penumpang di kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah.
Ikuti DailyFX.ID
