DailyFX.ID — JAKARTA – Saham PT Timah Tbk (TINS) menjadi primadona bagi investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 19 Agustus 2026. Tercatat, investor asing melakukan pembelian bersih atau net buy saham TINS senilai Rp 158,8 miliar di pasar reguler, berdasarkan data Stockbit Sekuritas. Angka ini merupakan yang terbesar dibandingkan saham-saham lain yang diperdagangkan.
Pembelian oleh investor asing ini mengungguli saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang mencatat net buy senilai Rp 57,3 miliar. Sementara itu, saham PT Astra International Tbk (ASII) justru mengalami net sell terbanyak dari investor asing, yakni sebesar Rp 73,1 miliar. Posisi kedua dalam daftar net sell ditempati oleh saham PT Antam Tbk (ANTM) dengan nilai Rp 52,5 miliar.
Secara keseluruhan, aktivitas investor asing di BEI pada hari yang sama mencatat net buy sebesar Rp 933,5 miliar. Angka ini sebagian besar dipengaruhi oleh transaksi crossing atau tutup sendiri di pasar negosiasi dan tunai yang mencapai Rp 1,4 triliun. Namun, di pasar reguler, investor asing justru mencatatkan net sell sebesar Rp 488,4 miliar. Akumulasi net sell asing sepanjang tahun berjalan hingga Rabu (19/8/2026) tercatat sebesar Rp 72,29 triliun.
Target Harga Saham TINS Naik
Sementara itu, prospek PT Timah Tbk (TINS) ke depan tampak cerah. BRI Danareksa Sekuritas menaikkan estimasi laba bersih perusahaan untuk tahun 2026 sebesar 34,1% menjadi Rp 4,51 triliun, menyusul kinerja semester I-2026 yang melampaui ekspektasi.
Andhika Audrey, analis BRI Danareksa Sekuritas, menjelaskan bahwa kenaikan proyeksi laba ini terutama didorong oleh harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) komoditas timah yang lebih tinggi. Faktor ini diperkirakan mampu mengimbangi penurunan asumsi produksi dan penjualan.
BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan TINS akan membukukan pendapatan sebesar Rp 22,8 triliun dengan laba bersih Rp 4,51 triliun pada 2026. Margin laba kotor diprediksi mencapai 34,3%. Berdasarkan proyeksi tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham TINS.
Rekomendasi ini mempertimbangkan asumsi harga timah yang tetap tinggi, margin kas yang stabil, serta visibilitas operasional yang membaik di semester II. Lebih lanjut, BRI Danareksa Sekuritas menaikkan target harga saham TINS menjadi Rp 4.800 per saham dari sebelumnya Rp 4.500. Target harga baru ini mencerminkan proyeksi price to earnings ratio (P/E) 2026 sebesar 8 kali.
Ikuti DailyFX.ID
