— JAKARTA – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) berupaya meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda dengan memanfaatkan ekosistem esports. Inisiatif ini diwujudkan melalui gelaran Esports Kapolri Cup 2026 yang diselenggarakan di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada 8-9 Agustus 2026.

Melalui kolaborasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Asosiasi Esports Indonesia (IESPA), IPOT mengintegrasikan edukasi investasi dengan aktivitas esports. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan konsep pengelolaan keuangan kepada generasi muda, khususnya para gamer.

Presiden Direktur & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, menyatakan bahwa generasi Z dan Alpha memegang peranan penting dalam perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Ia menekankan pentingnya pemahaman mengenai pengelolaan dan pengembangan aset finansial yang sejalan dengan kecakapan di dunia digital.

“Ruang digital dan dunia esports tidak hanya membutuhkan pengasahan kecakapan kompetitif, tetapi juga fondasi ketahanan finansial yang kokoh,” ujar Moleonoto dalam keterangan pers yang diterima, Senin (10/8/2026).

Moleonoto menambahkan bahwa perkembangan teknologi telah mempermudah akses terhadap investasi. IPOT secara khusus memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pengguna dalam memahami kondisi pasar dan membuat keputusan investasi yang lebih terukur.

Melalui fitur AI Analytics, pengguna dapat memperoleh penyederhanaan informasi pasar, seperti laporan keuangan, tren teknikal, dan berita pasar, yang disajikan dalam indikator bullish, neutral, atau bearish. Fitur Trade Flow turut membantu dalam membaca aktivitas pelaku pasar, termasuk pergerakan dana dari investor besar (smart money) dan transaksi investor asing.

Strategi Gamer Menjadi Bekal Investasi

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Brigita Kinari, membandingkan kemampuan yang dibutuhkan dalam esports dengan strategi investasi. Menurutnya, kedua bidang ini sama-sama memerlukan kemampuan membaca situasi, menyusun strategi, mengelola risiko, dan disiplin dalam mengambil keputusan.

Dalam sesi edukasi bertajuk ‘Smart Play, Smart Invest with AI IPOT’, Brigita mengajak para gamer untuk memahami berbagai instrumen investasi. Ia menjelaskan mengenai instrumen seperti saham, obligasi, reksa dana, hingga exchange traded fund (ETF).

Brigita juga mengingatkan para investor muda agar berhati-hati terhadap fenomena FOMO (fear of missing out), kebiasaan berinvestasi secara all-in tanpa perhitungan matang, serta penggunaan dana darurat atau pinjaman untuk tujuan spekulasi.

“Sebagai super app investasi, IPOT menghadirkan ekosistem investasi yang komprehensif untuk menjawab seluruh kebutuhan finansial, termasuk gamer,” tegas Brigita.

Selain sesi edukasi, IPOT juga menyelenggarakan aktivitas interaktif di booth yang tersedia di arena pertandingan. Pengunjung dapat berpartisipasi dalam kuis, mendapatkan edukasi investasi, serta berkonsultasi mengenai keuangan melalui sesi Smart Money Circle.