DailyFX.ID — Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sampai Amerika Serikat (AS) memenuhi seluruh komitmen yang tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara. Pernyataan ini disampaikan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.
Ghalibaf menyatakan, Iran siap menggunakan diplomasi dan kekuatan militer untuk menekan AS agar bertanggung jawab atas tindakannya. “Selama AS belum memenuhi komitmennya berdasarkan MoU termasuk mencabut blokade, membebaskan aset yang dibekukan, mencabut sanksi minyak, menghentikan ancaman serta operasi militer di semua lini, dan melaksanakan ketentuan lainnya, maka Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali,” tegas Ghalibaf dalam sidang parlemen, Selasa (18/8/2026), seperti dikutip dari IRNA via Anadolu.
Ketua Parlemen Iran yang juga memimpin tim negosiasi negaranya ini menjelaskan bahwa strategi Iran mengombinasikan diplomasi dan kesiapan militer. Ia menambahkan, tenggat waktu dalam nota kesepahaman, yang mencakup gencatan senjata dan pencabutan blokade, telah dimanfaatkan Iran untuk memperkuat ketahanan ekonomi serta membangun kembali kapasitas pertahanannya.
“Iran siap memberikan pukulan yang lebih telak kepada musuh, sebanding dengan bentuk tindakan maupun agresi yang mereka lakukan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada Juni lalu melalui mediasi Pakistan dan Qatar. Kesepakatan ini bertujuan meredakan konflik dan membuka ruang negosiasi selama 60 hari menuju perdamaian permanen. Namun, perundingan kini menemui jalan buntu akibat perselisihan mengenai implementasi poin-poin kesepakatan serta regulasi pelayaran di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur kemaritiman paling strategis di dunia. Sekitar seperlima dari pasokan minyak dunia melintasi selat sempit yang diapit oleh Iran dan Oman ini, menghubungkan produsen minyak di Timur Tengah dengan pasar global.
Ketegangan di kawasan ini telah berlangsung lama, dipicu oleh sanksi ekonomi AS terhadap ekspor energi Iran yang sering dibalas Iran dengan pengerahan militer dan penyitaan kapal tanker asing. Penutupan akses Selat Hormuz menjadi kartu truf geostrategis Iran yang berpotensi memicu lonjakan harga energi global dan mengganggu stabilitas pasokan minyak dunia.
Ikuti DailyFX.ID
