DailyFX.ID — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan perwakilan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang didukung Amerika Serikat (AS) telah mencapai kesepakatan untuk membentuk dua kelompok kerja strategis. Kedua komite ini akan berfokus pada upaya pelucutan senjata dan demiliterisasi di Jalur Gaza.
Kesepakatan ini dicapai dalam sebuah pertemuan tertutup di Israel yang dihadiri oleh Netanyahu, utusan khusus AS merangkap menantu presiden, Jared Kushner, serta Direktur Dewan Perdamaian Nickolay Mladenov. Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair juga turut ambil bagian dalam dialog tersebut.
“Perdana Menteri dan Dewan Perdamaian melakukan diskusi yang mendalam dan konstruktif hingga sepakat membentuk dua kelompok kerja,” demikian pernyataan resmi kantor Netanyahu melalui akun X, seperti dikutip dari Anadolu.
Fokus Utama: Pelucutan Senjata dan Krisis Kemanusiaan
Kelompok kerja pertama akan memprioritaskan agenda pelucutan senjata dan demiliterisasi Gaza secara menyeluruh. Pihak Israel dan Dewan Perdamaian menekankan bahwa proses demiliterisasi harus diselesaikan sebelum proyek rekonstruksi fisik apa pun di Gaza dapat dimulai.
Sementara itu, kelompok kerja kedua akan didedikasikan untuk menangani krisis air bersih, sanitasi, dan berbagai masalah kesehatan masyarakat di Gaza. Isu-isu ini dinilai berpotensi memberikan dampak langsung pada populasi di Israel.
Jared Kushner menyatakan bahwa pertemuan yang berlangsung hampir empat jam itu berjalan sangat positif dan bertujuan meluruskan sejumlah kesalahpahaman terkait peta jalan perdamaian. “Pemerintah AS tidak akan mengizinkan proses rekonstruksi berjalan sebelum demiliterisasi wilayah tersebut rampung. Namun, kami juga tidak akan membatasi hak Israel untuk membela diri dari ancaman langsung,” ujar Kushner seperti dilaporkan Fox News.
Kushner memproyeksikan langkah awal pembersihan senjata dan penutupan terowongan dapat dimulai dalam 30 hari ke depan, dengan target capaian signifikan dalam 60 hingga 90 hari berikutnya.
Sebelumnya, Kushner, Mladenov, dan Blair telah bertemu dengan pejabat Hamas di Kairo, Mesir. Kushner menegaskan bahwa pemerintah AS akan menilai Hamas berdasarkan tindakan nyata di lapangan, bukan hanya komitmen lisan.
Eskalasi militer di Jalur Gaza telah memuncak sejak Oktober 2023, dipicu oleh serangan masif militer Israel yang dilaporkan menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya. Meskipun gencatan senjata telah disepakati sejak Oktober 2025 melalui fase pertama rencana perdamaian yang digagas Presiden AS Donald Trump, stabilitas kawasan masih rentan. Serangan susulan dilaporkan masih memakan korban jiwa, dengan sedikitnya 1.260 orang tewas.
Inisiatif perdamaian tahap kedua saat ini berfokus pada pengalihan administrasi Gaza kepada komite teknokrat Palestina, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, serta pengawasan senjata secara global. Penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza menjadi syarat kunci agar proses pemulihan dan rekonstruksi wilayah dapat berjalan penuh.
Ikuti DailyFX.ID
