DailyFX.ID — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan capaian pertumbuhan ekonomi ibu kota di hadapan para pemimpin kota dunia pada Sidang Pleno Wali Kota Urban 20 (U20 Mayoral Plenary) di New York, Amerika Serikat. Dalam forum yang dihadiri para pimpinan kota dari negara-negara anggota G20 dan kota global lainnya ini, Jakarta menunjukkan ketahanan ekonominya di tengah ketidakpastian global.
Perekonomian Jakarta tercatat tumbuh sebesar 5,52% pada triwulan II-2026, dengan tingkat inflasi yang berhasil dijaga pada level 2,5%. Stabilitas ini turut menarik minat investor global, terbukti dengan masuknya investasi senilai US$ 10,5 miliar atau sekitar Rp 187 triliun sepanjang semester I-2026.
“Di tengah dunia yang menghadapi berbagai tantangan ekonomi, Jakarta tetap mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang kuat. Kami mengundang para mitra kota, dunia usaha, dan mitra global untuk tidak hanya berinvestasi, tetapi juga bersama-sama membangun masa depan kota kita,” ujar Pramono pada Senin (21/9/2026).
Dalam upaya melanjutkan tren positif tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi menawarkan 37 proyek pengembangan kota strategis kepada investor internasional. Total potensi nilai investasi dari proyek-proyek ini mencapai US$ 7 miliar, setara dengan Rp 124,7 triliun.
Pertemuan Bilateral dengan Wali Kota New York
Pada kesempatan yang sama, Pramono Anung juga menggelar pertemuan bilateral dengan Wali Kota New York, Zohran Kwame Mamdani. Kedua pemimpin kota megapolitan ini bertukar pandangan mengenai tiga isu perkotaan krusial: penyediaan perumahan terjangkau, aksi iklim dan ketahanan kota, serta mobilitas dan perlindungan imigran.
Dalam diskusi tersebut, Mamdani secara khusus menanyakan strategi Jakarta dalam mengurai kemacetan lalu lintas. Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI mengandalkan penguatan jaringan Transjabodetabek untuk mengintegrasikan mobilitas lebih dari empat juta komuter yang setiap hari melintas masuk ke Jakarta. Selain itu, Jakarta menerapkan kebijakan moda transportasi umum gratis bagi 15 kategori warga, termasuk pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), penyandang disabilitas, dan lansia.
Penanganan Bencana Lingkungan dan Penerbitan Obligasi Daerah
Terkait mitigasi bencana lingkungan, Pramono memaparkan tiga langkah penanganan banjir komprehensif. Langkah-langkah tersebut meliputi pembangunan infrastruktur fisik pengendalian banjir yang terpadu, pembatasan penggunaan air tanah secara ketat untuk menekan laju penurunan muka tanah (*land subsidence*), serta percepatan pembangunan benteng pesisir pantai (*Giant Sea Wall*).
Salah satu poin penting dalam pertemuan bilateral tersebut adalah rencana Pemprov DKI Jakarta menerbitkan obligasi daerah (*Jakarta Bond*) sebagai instrumen pembiayaan alternatif untuk pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani menyambut baik inisiatif ini dan menawarkan kolaborasi teknis. Otoritas New York siap memfasilitasi pertukaran pengetahuan, mengingat pengalamannya yang panjang dalam memanfaatkan pasar obligasi daerah (*municipal bonds*) untuk mendanai fasilitas publik.
Partisipasi Jakarta dalam U20 2026 di New York menjadi strategis seiring transisi status Jakarta pasca-pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Nusantara. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, ibu kota kini diarahkan menjadi Pusat Ekonomi Nasional dan Kota Global. Untuk mewujudkan visi ini tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara penuh, Pemprov DKI mendorong skema pembiayaan kreatif (*creative financing*).
Penerbitan obligasi daerah (*Jakarta Bond*) dan kemitraan pemerintah dengan badan usaha (KPBU) menjadi instrumen kunci untuk mendanai proyek mega-infrastruktur seperti *Giant Sea Wall*, perluasan moda transportasi berbasis rel, serta transformasi Jakarta menjadi kota tahan iklim (*resilient city*).
Ikuti DailyFX.ID
