— JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bergerak cepat menangani dampak banjir bandang yang terjadi akibat luapan Sungai Batang Barus dan longsor di ruas Jalan Lubuk Selasih–Solok. Ruas jalan nasional di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, yang sempat tertutup material banjir kini telah kembali fungsional.

Menteri PUPR, Dody Hanggodo, menginstruksikan jajarannya untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait dalam upaya penanganan di lapangan. “Begitu menerima laporan, saya minta tim Kementerian PUPR segera bergerak bersama pemerintah daerah dan unsur terkait. Ekskavator, loader, backhoe loader, dan dump truck telah dikerahkan untuk membersihkan material dan memulihkan akses masyarakat,” ujar Dody dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/9/2026).

Ia menambahkan bahwa perkembangan penanganan di lapangan terus dipantau untuk memastikan pekerjaan berjalan aman dan secepat mungkin. Fokus utama penanganan adalah pembersihan material yang mengganggu akses serta memastikan kondisi infrastruktur tetap aman bagi masyarakat dan petugas. “Saat ini, ruas Solok–Padang sudah fungsional dan dapat dilalui. Penanganan masih terus dilakukan untuk membersihkan sisa lumpur dan material di badan jalan agar kondisi akses dapat kembali normal sepenuhnya,” jelasnya.

Selain pembersihan jalan, infrastruktur di sekitar lokasi terdampak juga terus dipantau untuk mengantisipasi dampak lanjutan. Kementerian PUPR mengutamakan keselamatan seluruh pihak yang terlibat selama proses penanganan berlangsung.

Banjir bandang terjadi pada Senin (21/9) sekitar pukul 20.00 WIB setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah tersebut. Lokasi terdampak parah berada di depan Kantor Bupati Kabupaten Solok, Kecamatan Gunung Talang, tepatnya pada ruas Jalan Nasional Batas Kota Solok–Lubuk Selasih (Link N.042) Km 36+600.

Material banjir bandang yang meliputi lumpur, bebatuan, dan kayu dilaporkan menutupi badan jalan sepanjang kurang lebih 150 meter dengan ketebalan lumpur mencapai 30–50 cm. Kondisi ini menyebabkan lalu lintas di lokasi tersebut sempat terhenti total.

Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Kementerian PUPR segera melakukan penanganan darurat. Peralatan berat dikerahkan untuk mempercepat pembersihan material yang menutup badan jalan. Saat ini, telah dikerahkan satu unit backhoe loader, satu unit wheel loader, satu unit dump truck, dan satu unit excavator. Dua unit excavator lainnya masih dalam proses mobilisasi untuk mendukung percepatan penanganan.

Penanganan difokuskan pada pembuangan material berupa bebatuan, kayu, dan lumpur dari badan jalan. Proses pembersihan masih berlangsung sebagai bagian dari upaya tanggap darurat guna memulihkan fungsi ruas jalan nasional tersebut. Kementerian PUPR terus memantau perkembangan di lapangan dan mengoptimalkan dukungan peralatan untuk mempercepat pembersihan material demi pemulihan konektivitas jalan nasional secepatnya.