— BATU – Jatim Park Group menggelontorkan dana senilai Rp270 miliar untuk mengembangkan tiga destinasi wisata baru di Kota Batu, Jawa Timur. Investasi besar ini mencakup pembangunan Mega Science Center, akuarium raksasa bawah laut (underwater aquarium), dan fasilitas sport tourism. Diharapkan, pengembangan ini dapat mendongkrak sektor pariwisata setempat.

Rio Imam Sendjojo, Direktur Jawa Timur Park (Jatim Park) Group, mengungkapkan bahwa Mega Science Center dan destinasi Budaya akan menelan biaya lebih dari Rp100 miliar. Wahana ini rencananya akan dibuka dalam tahap uji coba sebelum diresmikan secara resmi oleh Walikota Batu.

Sementara itu, pembangunan akuarium air laut raksasa atau underwater aquarium diproyeksikan menelan investasi hampir Rp120 miliar. Rio mengakui tantangan dalam membangun akuarium di daerah pegunungan, terutama terkait kebutuhan pasokan air laut. “Kami harus melakukan proses pengolahan dan filtrasi air tawar menjadi air dengan karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan berbagai jenis ikan dan habitatnya,” jelas Rio.

Jatim Park Group serius menggarap potensi pariwisata Kota Batu yang dikelilingi keindahan alam pegunungan seperti Gunung Panderman, Gunung Arjuno, dan Gunung Welirang. Untuk mendongkrak kunjungan, Jatim Park Group juga merencanakan pembangunan fasilitas sport tourism.

Konsep area serbaguna ini akan dirancang untuk berbagai kegiatan, mulai dari olahraga hingga pertunjukan. “Kalau dari sisi investasi, kira-kira nilainya sekitar Rp40–50 miliar. Angka pastinya masih dalam tahap pembahasan karena kami masih menghitung kebutuhan dan konsepnya,” ujar Rio mengenai rencana pembangunan yang ditargetkan dimulai pada semester kedua tahun ini.

Rio optimistis prospek pariwisata Indonesia, khususnya Batu, sangat menjanjikan. Ia menambahkan bahwa pengembangan fasilitas ini tidak hanya untuk pariwisata umum, tetapi juga untuk mendukung kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dan sport tourism. “Wisatawan mancanegara, terutama yang datang dari Eropa, biasanya akan tinggal cukup lama di Indonesia dan kemudian mengeksplorasi berbagai destinasi,” katanya.

Dengan adanya fasilitas olahraga, Rio berharap Kota Batu dapat rutin mengadakan berbagai acara olahraga. “Misalnya ada kompetisi olahraga, peserta datang untuk mengikuti pertandingan, kemudian keluarga atau pendampingnya bisa sekaligus berwisata di Kota Batu. Jadi, olahraga bisa menjadi salah satu penggerak pariwisata,” tuturnya.

Mengenai detail luas lahan dan jadwal pasti realisasi pembangunan, Rio menyatakan masih dalam tahap pembahasan dan koordinasi lebih lanjut. “Untuk luas lahannya, belum bisa kami sampaikan secara pasti karena masih dalam tahap pembahasan. Gambaran detailnya juga masih dikoordinasikan,” ucapnya.

Direktur Jatim Park 3, Suryo Widodo, menambahkan bahwa kehadiran sport tourism center diharapkan mampu mendongkrak okupansi hotel di Batu yang saat ini masih tergolong rendah. “Saat ini okupansi hotel di Batu masih rendah, masa menginap wisatawan juga baru 1,5 hari. Jadi, wisatawan nginapnya di Kota Malang, tapi wisatanya ke Batu. Dengan adanya sport tourism center yang akan kami bangun, akan banyak digelar event-event olahraga sehingga dapat meningkatkan okupansi hotel,” kata Suryo Widodo.