— Jembatan Manyar No. 10 di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, telah resmi dibuka untuk umum sejak 3 September 2026. Pembangunan jembatan baru ini merupakan inisiatif Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali. Pembukaan ini bertujuan untuk menjaga kelancaran konektivitas di salah satu jalur strategis Jawa Timur.

Jembatan baru ini dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang kondisinya telah menurun, sehingga berpotensi mengganggu keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan pentingnya infrastruktur jalan dan jembatan yang andal dan aman. “Konektivitas jalan dan jembatan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah,” ujar Menteri Dody dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Jembatan Manyar No. 10 memiliki panjang bentang 80 meter. Pembangunannya meliputi pondasi menggunakan spunpile 600, bangunan bawah berupa abutment, bangunan atas berupa rangka baja A80, serta perkerasan jalan dengan flexible pavement.

Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jalan nasional dan memperlancar arus kendaraan yang menuju maupun dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE. Infrastruktur ini juga krusial untuk mendukung kelancaran jalur distribusi logistik di Jalan Lintas Utara (Pantura) Jawa Timur.

Gresik dikenal sebagai salah satu kawasan industri utama, sehingga ruas jalan ini selalu padat lalu lintas, terutama oleh kendaraan berat dan truk pengangkut barang. Sebelumnya, kondisi ini kerap menyebabkan kemacetan, terlebih jika ada gangguan kendaraan di atas jembatan.

Dengan beroperasinya jembatan baru, pengguna jalan kini merasakan manfaat langsung berupa peningkatan konektivitas. Baihaqi, warga Tanjungwidoro, Kabupaten Gresik, yang rutin melintasi jalur tersebut, menyambut baik pembukaan jembatan baru. Ia menilai jembatan ini dapat mengurangi kemacetan dan membuat perjalanan menuju Gresik menjadi lebih lancar.

“Setelah adanya jembatan ini, saya sebagai pengguna jalan juga merasa gembira karena sudah memperkecil kemacetan juga. Ya menguntungkan bagi para driver. Sebelumnya akses ke Gresik itu pasti macet. Jadi sekarang sudah ada jembatan tadi jadi lebih lancar,” ungkap Baihaqi.

Ia menambahkan bahwa kemacetan sering terjadi pada akses menuju Gresik, khususnya dari arah Bungah. Situasi semakin memburuk jika ada truk yang bermasalah di atas jembatan. Kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut didominasi kendaraan berat mengingat Gresik adalah pusat industri dengan adanya KEK JIIPE.

Pembukaan Jembatan Manyar oleh Kementerian PU tidak hanya menjamin ketersediaan infrastruktur yang lebih aman dan andal, tetapi juga memperkuat konektivitas ke Kawasan Industri dan KEK JIIPE yang vital bagi aktivitas ekonomi Jawa Timur.