— SEOUL – Korea Utara mengonfirmasi telah menggelar latihan serangan daya tembak yang melibatkan unit artileri jarak jauh serta berbagai jenis peluru kendali. Latihan militer yang berlangsung pada akhir pekan lalu tersebut dilaporkan oleh kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA).

Menurut laporan AFP pada Senin (14/9/2026), latihan gabungan ini melibatkan unit-unit tempur dari seluruh tingkatan Tentara Rakyat Korea. Otoritas militer Korea Selatan mengonfirmasi pihak Korut terdeteksi menembakkan beberapa rudal balistik dari kawasan pesisir Wonsan ke arah Laut Timur.

Unjuk kekuatan militer oleh otoritas Korut ini dilancarkan hanya sehari setelah Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang merampungkan latihan maritim gabungan selama lima hari yang difokuskan untuk mengantisipasi ancaman dari Korut.

Laporan KCNA menyebutkan latihan tersebut menguji keandalan sejumlah sistem tempur modern, termasuk pesawat nirawak (drone) serang dari berbagai varian, rudal jelajah taktis, peluncur roket ganda berkaliber besar dengan hulu ledak termobarik, serta rudal balistik taktis.

Pihak Korut mengklaim seluruh sasaran tembak berhasil dihancurkan dengan tingkat akurasi 100% untuk membuktikan kapasitas daya hancur dari serangan terpusat mereka.

Dinamika keamanan di Semenanjung Korea terus memanas seiring meningkatnya intensitas uji coba persenjataan oleh Korut yang diimbangi dengan perkuatan kerja sama pertahanan antara Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang. Pemerintah Korut secara konsisten memandang latihan militer bersama tripartit tersebut sebagai ancaman langsung dan bentuk persiapan perlawanan atau invasi terhadap wilayah kedaulatannya.

Pengintegrasian teknologi tempur baru, seperti sistem drone serang dan roket berhulu ledak khusus, menunjukkan fokus Korut pada modernisasi alutsista dan penguatan doktrin penangkalan (deterrence). Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan tempur di tengah tekanan sanksi ekonomi internasional yang masih berlaku.