DailyFX.ID — PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat pertumbuhan laba bersih yang signifikan pada kuartal kedua tahun 2026. Kinerja positif ini membuat saham DEWA tetap menjadi pilihan bagi beberapa broker di sektor kontraktor pertambangan batu bara.
Berdasarkan analisis Mandiri Sekuritas (Mansek), laba bersih DEWA melonjak 164% secara tahunan menjadi Rp261 miliar pada kuartal II-2026. Secara kumulatif, laba bersih semester I-2026 mencapai Rp354 miliar, meningkat 111% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini memenuhi 71% dari proyeksi Mansek dan 59% dari proyeksi konsensus analis untuk sepanjang tahun.
Namun, perlu dicatat bahwa lonjakan laba bersih ini sebagian besar disebabkan oleh perubahan nilai investasi sebesar Rp255 miliar. Jika pos tersebut tidak diperhitungkan, laba bersih DEWA pada semester I-2026 sebenarnya mengalami penurunan sebesar 41%.
“Ini tak lepas dari bengkaknya biaya bunga sebesar 70% menjadi Rp207 miliar dan kenaikan biaya operasional hingga 47%,” tulis Mansek dalam catatannya.
Meskipun demikian, Mansek memprediksi laba bersih DEWA akan kembali pulih pada kuartal IV tahun ini. Pemulihan ini didukung oleh perolehan kontrak baru dari Sebuku Sejaka Coal, yang mencakup produksi 5 juta ton dan pemindahan lapisan penutup (overburden removal/OB) sebanyak 55 juta bcm.
Rekomendasi dan Target Harga Saham DEWA
Sejalan dengan prospek yang membaik, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham DEWA dengan target harga Rp700. Target harga ini mencerminkan potensi kenaikan sebesar 46,4% dari harga saham saat catatan tersebut dibuat, yaitu Rp478.
Untuk tahun 2026, DEWA menargetkan pengerjaan 100% overburden removal (OB) dilakukan secara mandiri. Perseroan juga mematok target OB di tambang KPS dan Arutmin mencapai 150 juta bcm. Kontrak baru dari Sebuku Coal diproyeksikan baru akan memberikan dampak signifikan pada kuartal II-2026.
Di sektor lain, tambang emas Gayo Mineral yang dimiliki oleh DEWA masih berada dalam tahap eksplorasi. Perusahaan berencana untuk mengumumkan estimasi cadangan dan sumber daya tambang tersebut pada tahun depan.
Ikuti DailyFX.ID
