DailyFX.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan, Kamis (24/9/2026). IHSG tercatat terkoreksi 76,3 poin atau 1,2%, bertengger di level 6.298,6.
Meskipun indeks utama melemah, beberapa saham dalam indeks LQ45 menunjukkan penguatan. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjadi salah satu yang mencatat kenaikan, dengan penguatan sebesar 2,05%. Di sisi lain, terdapat tujuh saham yang berhasil mencapai batas atas Auto Rejection Atas (ARA), menandakan lonjakan harga yang signifikan.
Saham BIPP memimpin kenaikan dengan melesat 33,8% ke harga Rp 87. Diikuti oleh saham UNSP yang melonjak 25% menjadi Rp 320, dan saham WAPO yang naik 24,8% ke level Rp 352. Saham FORU juga mencatat kenaikan tajam 24,5% ke Rp 294. Selain itu, saham GRPM menanjak 9,4% ke level Rp 151, serta saham UDNG yang naik 9,3% ke harga Rp 525.
Saham-saham lain yang juga masuk dalam daftar top gainers menunjukkan lonjakan harga yang mengesankan, termasuk BIPP dan ASLI dengan kenaikan harga berkisar antara 17% hingga 33%.
Secara keseluruhan, pasar saham mencatat 198 saham yang menguat, 487 saham melemah, dan 278 saham stagnan. Total nilai transaksi di bursa pada hari itu mencapai Rp 11,2 triliun.
Seluruh sektor saham mengalami pelemahan pada penutupan pasar. Sektor barang baku mencatat pelemahan terdalam sebesar 2,17%. Sektor perindustrian menyusul dengan pelemahan 2,09%, diikuti sektor properti (1,6%), sektor keuangan (1,32%), sektor barang konsumen non-primer (1,28%), sektor infrastruktur (1,14%), sektor teknologi (1,14%), sektor kesehatan (1,1%), sektor transportasi (0,84%), sektor energi (0,62%), dan sektor barang konsumen primer (0,36%).
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai sentimen pasar global menjadi faktor utama yang membebani pergerakan IHSG. Investor cenderung meningkatkan kewaspadaan akibat ketidakpastian arah suku bunga Amerika Serikat, penguatan dolar AS, dan kenaikan yield obligasi.
Menurut Pilarmas, kenaikan harga minyak berpotensi memperbesar tekanan inflasi global. Jika inflasi tetap tinggi, ruang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga akan semakin terbatas, yang dapat mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham.
Dari dalam negeri, Pilarmas juga menyoroti tekanan terhadap rupiah dan arus dana asing. Penguatan dolar AS di tengah kenaikan yield obligasi memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada September demi menjaga stabilitas rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, gejolak eksternal yang masih terjadi membuat pasar domestik tetap rentan terhadap perubahan sentimen global.
Cuan Besar di Tengah Pelemahan IHSG
Meskipun IHSG mengalami pelemahan, beberapa saham berhasil memberikan keuntungan besar bagi investor pada hari ini. Sebanyak lima saham tercatat memberikan cuan paling besar dengan kenaikan harga mencapai 17% hingga 33% dalam satu hari.
Saham-saham yang memberikan keuntungan signifikan antara lain PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) yang melesat 33,8% menjadi Rp 87, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) yang melonjak 25% menjadi Rp 320, dan PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) yang naik 24,8% menjadi Rp 352.
Selanjutnya, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) mencatat kenaikan 24,5% menjadi Rp 294, dan PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) terangkat 17,3% menjadi Rp 486.
Di sisi lain, beberapa saham mengalami penurunan tajam. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) longsor 14,8% menjadi Rp 206, PT Steady Safe Tbk (SAFE) ambles 14,6% menjadi Rp 730, dan PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) jatuh 14,6% menjadi Rp 76.
Saham PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) juga terjungkal 14,6% menjadi Rp 234, sementara PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) terkikis 14,5% menjadi Rp 141.
Ikuti DailyFX.ID
