DailyFX.ID — JAKARTA – Kinerja PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) diproyeksikan tetap kuat hingga akhir 2026. Penguatan ini didukung oleh tingginya harga minyak serta kontribusi laba bersih dari perusahaan asosiasi, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Faktor-faktor tersebut menjadi katalis utama bagi saham MEDC, yang kini mendapatkan rekomendasi positif dengan target harga yang tinggi.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, Medco Energi mencatat pendapatan pada kuartal II-2026 sebesar US$746 juta. Angka ini menunjukkan peningkatan 11,7% secara kuartalan. Dengan demikian, pendapatan kumulatif semester I-2026 mencapai US$1,41 miliar, atau tumbuh 23,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Peningkatan pendapatan ini terjadi di tengah biaya pokok pendapatan (COGS) yang lebih rendah, yakni turun 10,7%. Hal ini mendorong pertumbuhan EBITDA sebesar 28,4% menjadi US$455 juta.
Dari sisi laba bersih, kontribusi kenaikan laba atas kepemilikan di AMMN menjadi US$70,7 juta, naik 110,9%, berhasil mendorong laba bersih MEDC melonjak 208% menjadi US$208 juta.
“Kinerja operasional tetap solid pada semester I-2026 dengan produksi minyak dan gas mencapai 170,1 mboped, tumbuh 19%, berada di atas panduan tahun 2026 sebesar 165-170 mboped. Kenaikan produksi ini didorong oleh hak partisipasi yang bertambah sebesar 24% di Blok Corridor dan kontribusi produksi baru dari Proyek Forel & Terubuk,” tulis Phintraco dalam risetnya.
Proyeksi Laba Bersih dan Target Harga Saham MEDC
Phintraco Sekuritas menilai bahwa kenaikan harga minyak global, yang dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik, terutama eskalasi konflik AS-Iran, menjadi katalis utama pertumbuhan pendapatan pada paruh kedua tahun 2026. Broker ini memperkirakan kombinasi kenaikan harga jual minyak dan gas serta optimalisasi produksi akan mendorong total pendapatan Medco Energi pada tahun 2026 mencapai US$2,63 miliar, yang berarti tumbuh 9,7%.
Lebih lanjut, EBITDA Medco Energi pada tahun 2026 diperkirakan meningkat sebesar 12,4% menjadi US$1,4 miliar. Sementara itu, laba bersih diprediksi melonjak 322% menjadi US$427 juta.
Seiring dengan proyeksi positif tersebut, Phintraco Sekuritas mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham MEDC. Target harga ditetapkan sebesar Rp2.030 per saham. Angka ini mengimplikasikan rasio PER (Price to Earnings Ratio) tahun 2026 dan 2027 masing-masing sebesar 6,3 kali dan 6 kali. Potensi keuntungan (cuan) yang ditawarkan mencapai 38% dari harga saham saat riset diterbitkan. Namun, investor perlu mewaspadai beberapa risiko utama yang menyertai saham MEDC, termasuk fluktuasi harga minyak global, potensi penurunan produksi, kegagalan eksplorasi, keterlambatan penyelesaian proyek, serta risiko perubahan regulasi dan kebijakan energi.
Ikuti DailyFX.ID
