— JAKARTA – PT Petrosea Tbk (PTRO), emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu, melaporkan kinerja keuangan semester I-2026 yang diaudit dengan pertumbuhan signifikan. Perseroan berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 10,78 juta, atau setara dengan Rp 192 miliar berdasarkan kurs konversi dalam laporan keuangan perusahaan.

Angka ini menunjukkan lonjakan fantastis sebesar 902% dibandingkan dengan laba bersih yang tercatat pada periode yang sama tahun 2025, yaitu sebesar US$ 1,07 juta. Pertumbuhan laba yang luar biasa ini sebagian besar ditopang oleh laba bersih dari operasi yang dihentikan, khususnya dari divestasi anak usaha, yang mencapai US$ 7,62 juta. Sementara itu, laba bersih dari operasi yang dilanjutkan tercatat sebesar US$ 1,55 juta.

Dalam catatan atas laporan keuangan, manajemen PTRO menjelaskan bahwa divestasi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan. Pada 15 April 2026, Petrosea dan PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) terkait rencana pengambilalihan anak perusahaan PT Kemilau Mulia Sakti (KMS). Melalui perjanjian ini, Petrosea bermaksud menjual seluruh kepemilikan sahamnya sebanyak 507.380.875 saham, yang mewakili 99,995% dari total modal ditempatkan dan disetor dalam KMS, kepada SINI.

Proses pengambilalihan saham secara resmi diselesaikan pada 30 Juni 2026, ketika PTRO dan SINI menandatangani Akta Pengambilalihan Saham No. 168. Berdasarkan akta tersebut, SINI resmi mengambil alih 99,995% saham KMS yang sebelumnya dimiliki oleh Petrosea.

Sementara itu, dari sisi operasi yang dilanjutkan, pendapatan Petrosea pada semester I-2026 mencapai US$ 543,98 juta, meningkat dari US$ 340,93 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun demikian, beban usaha langsung juga mengalami peningkatan signifikan dari US$ 292,64 juta menjadi US$ 496,95 juta. Akibatnya, laba kotor perseroan mengalami sedikit penurunan menjadi US$ 47,02 juta, dari sebelumnya US$ 48,29 juta.

Hingga 30 Juni 2026, total aset Petrosea tercatat sebesar US$ 1,52 miliar, sedikit menurun dari US$ 1,58 miliar per 31 Desember 2025. Total liabilitas perusahaan juga menunjukkan tren penurunan, dari US$ 1,27 miliar pada akhir tahun lalu menjadi US$ 1,20 miliar pada akhir Juni 2026.