DailyFX.ID — Lima berita ekonomi terpopuler pekan ini mencakup perkembangan strategis perusahaan hingga pergerakan emiten di bursa saham. Mulai dari strategi ekspansi yang dilakukan oleh Fore Coffee, perubahan nasib saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), hingga laporan kinerja keuangan emiten-emiten pilihan.
Berikut adalah rangkuman lima berita ekonomi paling populer yang menjadi sorotan:
Kondisi Ekspansi Fore Coffee Berdasarkan Data
Dalam delapan tahun terakhir, Fore Coffee, yang merupakan bagian dari PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), telah berhasil memperluas jaringannya hingga lebih dari 360 gerai di berbagai wilayah di Indonesia dan Singapura. Perusahaan mengungkapkan bahwa data memainkan peran krusial dalam setiap keputusan strategisnya, termasuk dalam menentukan lokasi ekspansi.
Perusahaan sangat mengedepankan sejumlah indikator berbasis data dalam proses pengambilan keputusan strategis. Hal ini menunjukkan komitmen Fore Coffee dalam memanfaatkan analisis untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan penyebarannya di pasar.
Perubahan Kebijakan Bursa Efek Berdampak pada Saham GOTO
Pelaku pasar modal menanti pergerakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang telah lama tertahan di level Rp 50 atau ‘gocap’ sejak 5 Mei 2026. Perubahan kebijakan perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan menghapus batas minimum harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1 pada 28 September 2026 diperkirakan akan memberikan dampak signifikan.
Kebijakan baru ini secara otomatis berpotensi mengubah dinamika perdagangan saham GOTO yang selama beberapa bulan terakhir stagnan di level ‘gocap’. Para investor menantikan bagaimana saham emiten teknologi ini akan bereaksi terhadap perubahan aturan tersebut.
92 Emiten Keluar dari Papan Pemantauan Khusus FCA
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pencabutan status sekitar 92 emiten dari papan pemantauan khusus full call auction (FCA). Perubahan ini akan mulai berlaku efektif pada 28 September 2026.
Emiten-emiten tersebut ditarik dari papan pemantauan khusus karena pencabutan kriteria 1, 6, 7, dan 10. Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari penghapusan kriteria tersebut dalam papan pemantauan khusus sesuai Peraturan Bursa I-X yang baru. Peraturan ini efektif berlaku mulai 28 September 2026.
Laba MBMA Melonjak 830% di Semester I-2026
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melaporkan lonjakan kinerja keuangan yang impresif pada semester I-2026. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan produksi dan penjualan bijih nikel, penguatan kinerja operasional pengolahan, serta kenaikan harga jual realisasi bijih nikel.
Hasilnya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (NPATMI) melonjak sekitar 830% secara tahunan (*year on year*/yoy). Laba bersih tercatat sebesar US$ 54 juta, meningkat signifikan dari US$ 6 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Realisasi Dana IPO Emiten Prajogo Pangestu Capai Rp 1,8 Triliun
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), salah satu emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, mengungkap realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (*initial public offering*/IPO). Hingga Juni 2026, dana yang terealisasi mencapai Rp 1,8 triliun, atau setara dengan 78,45% dari total dana IPO sebesar Rp 2,37 triliun.
Merly, Direktur CDIA, menyatakan bahwa perseroan belum sepenuhnya merealisasikan 100% penggunaan dana IPO hingga pertengahan tahun ini. Oleh karena itu, CDIA masih menyisakan dana IPO sebesar Rp 511 miliar yang akan digunakan untuk keperluan perusahaan.
Ikuti DailyFX.ID
