DailyFX.ID — JAKARTA – PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I-2026. Bank digital ini berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp749,26 miliar. Angka tersebut melonjak 250,43% dibandingkan laba bersih semester I-2025 yang senilai Rp213,81 miliar.
Peningkatan profitabilitas ini didorong oleh total aset perusahaan yang mencapai Rp52,97 triliun per akhir Juni 2026. Pertumbuhan positif di seluruh aspek laporan keuangan ini ditopang oleh efisiensi operasional yang semakin matang, ekspansi penyaluran kredit yang terukur, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam menjadikan SeaBank sebagai platform transaksi harian utama.
Dari sisi fungsi intermediasi, penyaluran kredit SeaBank melonjak 53,1% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp39,81 triliun. Pertumbuhan ini dicapai melalui kombinasi skema direct lending, kolaborasi ekosistem digital, serta kemitraan strategis.
Kendati kredit mengalami peningkatan pesat, SeaBank konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian atau prudential banking. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross yang tetap dijaga ketat di level 1,65%. Angka ini jauh di bawah ambang batas maksimum 5% yang ditetapkan regulator.
Seiring perluasan basis nasabah, dana pihak ketiga (DPK) SeaBank terakumulasi sebesar Rp41,80 triliun, tumbuh 47,6% (yoy). Porsi dana murah atau current account savings account (CASA) terus mendominasi dengan capaian Rp29,10 triliun atau setara 69,6% dari total DPK. Hal ini menandakan tingginya frekuensi penggunaan aplikasi SeaBank untuk kebutuhan harian seperti transfer, pembayaran QRIS, dan tagihan rutin.
Kemampuan mengelola biaya dana atau cost of fund ini juga berhasil meningkatkan efisiensi operasional. Hal ini terlihat dari rasio cost to income ratio (CIR) di level 21,1%, serta mencatatkan return on assets (ROA) di angka 3,9%.
Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menyampaikan bahwa capaian positif ini merupakan bukti nyata efektivitas strategi bisnis bank digital yang berfokus pada kebutuhan pengguna dan integrasi ekosistem. Menurut dia, hasil positif sepanjang semester I-2026 ini membuktikan bahwa strategi berkesinambungan kami dalam menghadirkan layanan perbankan yang mudah, cepat, dan aman berada di jalur yang tepat.
“Fokus kami ke depan adalah terus berinovasi pada fitur-fitur transaksi, memperkuat infrastruktur keamanan siber, dan mendorong inklusi keuangan untuk memastikan akses keuangan digital bagi seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Sasmaya, dikutip pada Selasa (18/8/2026).
Pertumbuhan fundamental keuangan yang kokoh tersebut sejalan dengan ekspansi basis pengguna SeaBank yang kini telah menembus 35 juta nasabah hingga akhir semester I-2026. Tingginya loyalitas pengguna tercermin dari rata-rata transaksi harian yang mencapai lebih dari 16,8 juta transaksi. Volume perputaran uang harian menembus Rp7,1 triliun selama bulan Juni 2026.
Sebagai wujud komitmen dalam memperluas jangkauan layanan secara berkesinambungan, SeaBank meresmikan Kantor Cabang (KC) di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Mei 2026. Medan resmi menjadi kantor cabang ke-9 SeaBank di Indonesia untuk menjangkau segmen masyarakat unbanked serta memperkuat perekonomian daerah.
“Inisiatif ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam menjangkau masyarakat luas melalui inovasi perbankan digital yang praktis dan aman. Kami memposisikan KC Medan sebagai jembatan inklusi yang akan mendorong taraf hidup serta produktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Sumatera Utara,” tandas Sasmaya.
Ikuti DailyFX.ID
