DailyFX.ID — PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) memproyeksikan momentum pertumbuhan positif yang telah diraih pada semester I-2026 akan terus berlanjut hingga akhir tahun. Perseroan menargetkan pertumbuhan dobel digit dapat dipertahankan, didukung oleh strategi ekspansi jaringan distribusi dan peningkatan kapasitas produksi.
Hingga Agustus 2026, CLEO telah berhasil memperluas jaringan distribusi internalnya hingga mencapai 500 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat jangkauan pasar sekaligus meningkatkan efisiensi operasional secara nasional.
Presiden Direktur CLEO, Melisa Patricia, menyatakan bahwa kinerja solid yang dicapai pada paruh pertama tahun ini menjadi fondasi kuat untuk optimisme perseroan di masa mendatang. “Kinerja solid yang berhasil kami bukukan sepanjang semester pertama 2026 menjadi landasan yang kuat bagi perseroan untuk mempertahankan optimisme terhadap prospek pertumbuhan ke depan,” ujar Melisa dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2026).
Optimisme ini diperkuat oleh konsistensi pertumbuhan dobel digit yang berhasil dicatatkan CLEO pada kuartal I dan kuartal II-2026.
Selain memperluas jaringan distribusi, CLEO juga terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi untuk mengimbangi lonjakan permintaan. Pabrik baru yang berlokasi di Palu telah mulai beroperasi pada kuartal III-2026, menambah total pabrik CLEO yang beroperasi menjadi 33 fasilitas di berbagai wilayah Indonesia. Perseroan juga menargetkan dua fasilitas produksi baru di Pekanbaru dan Pontianak untuk beroperasi pada kuartal IV-2026.
“Terus meningkatnya kapasitas produksi dan distribusi perseroan telah semakin memperkuat daya saing CLEO di industri AMDK di Tanah Air,” tambah Melisa. Ia menambahkan bahwa ekspansi fasilitas produksi dan jaringan distribusi akan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perseroan dalam memenuhi kebutuhan pasar serta memperluas penetrasi produk.
Perkuat Inovasi Produk
CLEO juga berencana memperluas variasi produk melalui inovasi yang akan diluncurkan pada kuartal III-2026. Inovasi dianggap sebagai salah satu strategi krusial perseroan untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis dan memperkuat posisinya di industri air minum dalam kemasan (AMDK).
Strategi ekspansi dan inovasi ini tercermin dalam kinerja keuangan semester I-2026. CLEO membukukan penjualan sebesar Rp 1,7 triliun, meningkat 23,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih perseroan juga melonjak 27% secara tahunan menjadi Rp 262,5 miliar.
Melisa menegaskan bahwa perseroan akan terus menjalankan ekspansi dan inovasi secara konsisten, sembari mengoptimalkan kapasitas produksi guna mempertahankan pertumbuhan kinerja. “Kami yakin, ekspansi dan inovasi yang terus dilakukan secara konsisten, dibarengi dengan upaya optimalisasi produksi yang dilakukan dengan gencar akan mengantarkan perseroan pada pencapaian target pertumbuhan kinerja dobel digit yang telah ditetapkan,” tutupnya.
Ikuti DailyFX.ID
