— JAKARTA – Grab Indonesia melakukan ekspansi program bagi mitra pengemudi dan mitra merchant. Inisiatif ini mencakup pengembangan keterampilan melalui GrabAcademy serta program berbagi makanan “Traktir Driver” yang melibatkan pelanggan dan pelaku usaha.

GrabAcademy, yang telah beroperasi sejak 2018, kini menawarkan berbagai jalur pembelajaran baru. Hingga kini, platform ini telah diakses oleh lebih dari 1,15 juta mitra pengemudi, dengan lebih dari 204.000 di antaranya berhasil menyelesaikan seluruh modul wajib. Program ini menyediakan lima jalur pengembangan: Mitra Melaju, Mitra Pengusaha, Mitra Kreator, Mitra Instruktur, dan Beasiswa Mitra.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Maman Abdurrahman, menyatakan bahwa pengembangan kapasitas mitra pengemudi tidak harus berarti berpindah profesi. “Semangat ‘naik kelas’ tidak semestinya dimaknai sebagai keharusan untuk meninggalkan profesi yang dijalani, melainkan sebagai upaya memperluas kapasitas dan pilihan agar mereka dapat terus berkembang sesuai aspirasi masing-masing,” katanya.

Salah satu jalur memungkinkan mitra GrabBike yang memenuhi syarat untuk beralih menjadi pengemudi roda empat. Hingga 13 Juli 2026, tercatat 6.598 mitra pengemudi telah bertransisi ke roda empat. Melalui jalur Mitra Pengusaha, mitra pengemudi dibekali pengetahuan untuk memulai atau mengembangkan usaha kuliner. Sepanjang 2026, sebanyak 19.368 mitra pengemudi dilaporkan telah beralih menjadi mitra merchant.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa pengembangan keterampilan bertujuan memberikan lebih banyak pilihan kepada mitra dalam menentukan sumber penghasilan dan jalur karier mereka. “Naik kelas tidak harus berarti menempuh jalan yang sama, tetapi memiliki semakin banyak pilihan untuk menentukan jalan ke depan,” jelasnya.

Selain peningkatan keterampilan, Grab juga mengimplementasikan program “Traktir Driver”. Program ini mengajak pelanggan dan mitra merchant untuk memberikan makanan atau minuman kepada mitra pengemudi. Selama Agustus 2026, lebih dari 8.100 mitra GrabMerchant berpartisipasi dengan menyediakan menu “Traktir Driver”, memungkinkan pelanggan memesan makanan untuk diberikan kepada mitra pengemudi.

Country Marketing & Communications Head Grab Indonesia, Melinda Savitri, melaporkan bahwa lebih dari 18.000 pesanan “Traktir Driver” telah tersalurkan sejak awal Agustus. “Melalui Traktir Driver, kami ingin menghadirkan sinergi ekosistem yang nyata dengan menghubungkan pelanggan, Mitra GrabMerchant, dan Mitra Pengemudi dalam satu aksi apresiasi,” ujarnya.

Efa Fauziyah, pemilik Mie Aceh 769 Pijay, salah satu peserta program, menyediakan menu khusus tanpa membedakan kualitas bahan, rasa, maupun porsi. Ia merasa pemberian sederhana kepada pengemudi dapat membangun hubungan baik. “Saya senang sekali melihat mereka tersenyum, apalagi kalau mereka memang lagi lapar. Cuma dari seporsi mie sederhana, rasa syukur dan doa mereka berdampak besar sekali buat usaha saya,” tuturnya.

Bagi mitra pengemudi, perhatian dari pelanggan menjadi bentuk apresiasi. Andri Setyo Cahyono, mitra pengemudi GrabBike sejak 2018, pernah menerima pesanan 10 bungkus nasi goreng yang diminta pelanggan untuk dibagikan kepada pengemudi lain. “Reaksi driver itu seperti bangga karena merasa dihargai,” ungkapnya.

Pengalaman serupa dirasakan Titik Wahyuni, mitra pengemudi GrabBike sejak 2017. Saat berpuasa, ia menerima satu porsi wedang ronde dari pesanan pelanggan. “Rasanya sederhana, tetapi membuat saya merasa diperhatikan dan kembali bersemangat,” ujarnya.

Pengembangan mitra merchant juga difasilitasi melalui kelas daring dan pelatihan tatap muka. Sepanjang 2025, kelas reguler daring GrabAcademy diikuti sekitar 14.000 mitra merchant, sementara 1.200 mitra mengikuti pelatihan tatap muka di berbagai kota. Materi pelatihan mencakup pengelolaan toko, pesanan, promosi, keuangan, media sosial, hingga pemanfaatan teknologi.

Program GrabAcademy berfokus pada peningkatan keterampilan dan pembukaan jalur usaha baru, sedangkan “Traktir Driver” bertujuan melibatkan pelanggan dan merchant dalam memberikan apresiasi kepada mitra pengemudi, menunjukkan pendekatan Grab yang beragam dalam mengembangkan ekosistem mitranya.