DailyFX.ID — Lion Group melalui PT Batam Aero Teknik menjajaki pembangunan fasilitas pelatihan penerbangan dan layanan perawatan pesawat di Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah ini diharapkan dapat mendorong efisiensi rantai pasok dan logistik udara di kawasan Indonesia Timur.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Bank Tanah dan Lion Group, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama PT Indobox Cinematic Buana di Nusantara pada Jumat (14/8). Kesepakatan ini merupakan langkah nyata dalam mempercepat pembangunan ekosistem komersial, hiburan, dan industri aviasi di IKN.
Basuki menyambut baik komitmen investasi swasta di IKN, yang menurutnya menunjukkan akan terwujudnya ekosistem yang maju dan terintegrasi. “Ini bukan sekadar PKS dan MoU biasa, tetapi komitmen yang benar-benar ada tindak lanjut nyatanya di lapangan. Momentum ini membuat kami semakin optimistis bahwa ekosistem Nusantara yang maju dan terintegrasi bisa segera terwujud,” ujar Basuki dalam keterangan rilisnya.
Presiden Direktur Lion Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, menilai positif kolaborasi ini dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi penerbangan di Kota Nusantara. “Kerja sama ini menjadi milestone penting untuk menarik pemuda-pemudi Indonesia belajar teknologi dirgantara, sekaligus menjadikan Nusantara sebagai pusat perawatan pesawat,” ungkap Daniel.
Plt. Kepala Badan Pelaksana Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, menyatakan kesiapannya mendukung kepastian hukum lahan investasi. “Tim khusus kami bersiaga langsung di basecamp dekat Bandara IKN agar koordinasi dengan Otorita IKN berjalan cepat dan fleksibel untuk menstimulus percepatan ekonomi,” tegas Hakiki.
Melalui MoU ini, Otorita IKN, Badan Bank Tanah, dan Lion Group akan mengidentifikasi kawasan strategis, menyediakan lahan Hak Pengelolaan Badan Bank Tanah, serta menyelaraskan tata ruang kawasan terpadu. Kerjasama ini ditargetkan berkembang menjadi kawasan penunjang aviasi di sekitar Bandar Udara Internasional Nusantara untuk mendukung training centre penerbangan.
PT Batam Aero Teknik direncanakan membangun pusat pelatihan, praktik, serta fasilitas pendukung Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) untuk memperkuat layanan perawatan pesawat dan efisiensi rantai pasok serta logistik udara di Indonesia Timur.
Sementara itu, PT Indobox Cinematic Buana akan membangun Indobox Cinema di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) WP 1A. Fasilitas hiburan ini akan berdiri di lahan seluas 4.897 m² dan dilengkapi area food and beverage (F&B) Cinematic Cafe, Indobox Store, dan Kios UMKM. Nilai investasi proyek ini mencapai Rp5 miliar, dengan target pengerjaan fisik dimulai September 2026.
Direktur PT Indobox Cinematic Buana, Rendy Gunawan, menyatakan kesiapannya menghadirkan sarana hiburan berkualitas. “Kami berharap kehadiran Indobox dapat memberikan hiburan berkualitas sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” kata Rendy.
Pembangunan Tahap II IKN
Otorita IKN terus mempercepat pembangunan fisik Tahap II untuk mewujudkan target IKN sebagai Ibu Kota Politik pada 2028. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa percepatan pembangunan harus mengedepankan keselamatan kerja dan kualitas. “K3 kita harus lebih ketat lagi. Kecelakaan bisa saja terjadi, tetapi harus kita minimalkan. Kita bekerja cepat, tetapi tetap aman dan nyaman. Tiga pilar pembangunan IKN tetap menjadi pegangan, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Basuki.
Pembangunan IKN didukung melalui tiga skema pembiayaan: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dilaksanakan oleh kementerian, APBN melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan investasi swasta. Pembangunan yang didanai APBN dilaksanakan oleh Otorita IKN, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Hingga kini, 67 pelaku usaha telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam skema investasi swasta. Sembilan proyek telah selesai dibangun, sementara enam proyek sedang dalam tahap konstruksi, termasuk Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, dan Teras by Plataran.
Komitmen Pemerintah dan Pengamat
Pengamat infrastruktur perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, menilai kehadiran investor di IKN menunjukkan komitmen pemerintah. “Dengan hadirnya investor tersebut menunjukkan bahwa komitmen pemerintah itu berjalan sekaligus menjadi sinyal positif bagi investor lain yang ingin berinvestasi di IKN,” ucapnya.
Yayat menambahkan, IKN harus berjalan dan mendapatkan dukungan semua pihak, terutama pemerintah pusat, mengingat besarnya anggaran APBN yang telah digelontorkan. “Saya kira pemerintah akan mempertimbangkan persoalan ini,” ungkapnya. Ia menekankan pentingnya pengaturan pembangunan IKN secara bertahap disertai pengawasan ketat dari Otorita IKN.
Ikuti DailyFX.ID
