DailyFX.ID — MAKASSAR – Ketua Forum Mahasiswa Pinggiran Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), Maulana Yusdianto, mendesak pemerintah dan PT Pertamina (Persero) untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Selatan. Sorotan ini muncul menyusul dugaan adanya kendala pasokan yang meluas di berbagai wilayah.
Maulana Yusdianto mengemukakan kekhawatiran bahwa kelangkaan pasokan BBM tersebut dapat memengaruhi operasional pembangkit listrik, yang berpotensi menimbulkan pemadaman listrik di sejumlah daerah. Ia menekankan bahwa jika dugaan ini benar, maka persoalan tersebut menjadi serius dan menimbulkan dampak berlapis bagi masyarakat.
“Jangan-jangan kelangkaan pasokan BBM ini turut berdampak pada operasional pembangkit sehingga terjadi pemadaman listrik. Kalau memang demikian, persoalannya menjadi serius dan dampaknya berlapis,” ujar Maulana dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, masyarakat tidak hanya menghadapi kesulitan dalam memperoleh BBM untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga merasakan dampak gangguan pasokan listrik. Oleh karena itu, ia meminta agar kondisi pasokan BBM ditinjau secara menyeluruh, mencakup kebutuhan masyarakat umum hingga sektor lain yang bergantung pada pasokan energi.
Maulana mengungkapkan bahwa persoalan BBM tidak hanya terjadi di Kota Makassar, tetapi juga dilaporkan meluas ke sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Ia menuntut penjelasan dari Pertamina mengenai kondisi pasokan, estimasi kebutuhan, serta strategi penanganan yang sedang atau akan dilakukan.
“Kalau memang pasokan BBM terkendala, Pertamina harus menjelaskan secara terbuka apa yang sebenarnya terjadi, berapa kemampuan pasokannya, berapa kebutuhannya, dan bagaimana langkah untuk mengatasinya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keterbukaan informasi sangat penting untuk meredakan keresahan masyarakat, terutama jika kondisi aktual di lapangan berbeda dengan informasi resmi mengenai ketersediaan pasokan.
Maulana juga mengingatkan kembali persoalan antrean gas LPG yang pernah terjadi sebelumnya. Ia sempat mempertanyakan kapasitas pasokan LPG di tengah lonjakan permintaan dari masyarakat.
“Waktu itu saya pernah tanyakan ke Pertamina beberapa bulan sebelum kejadian antrean LPG, apakah mereka kewalahan dan tidak bisa menambah kapasitas suplai seiring naiknya pembelian. Mereka justru bilang jangan melakukan panic buying,” kenangnya.
Saat ini, masyarakat dihadapkan pada berbagai permasalahan yang terjadi bersamaan, mulai dari musim kemarau hingga kesulitan mendapatkan BBM dan LPG di beberapa wilayah. Muncul pula informasi mengenai dugaan adanya prioritas pasokan BBM dan LPG untuk kawasan industri dan pertambangan, termasuk Morowali. Namun, klaim tersebut belum didukung oleh data konkret yang membuktikan adanya pengalihan atau prioritas pasokan.
Maulana menegaskan agar kebutuhan energi masyarakat tetap menjadi prioritas utama ketika pemerintah dan perusahaan energi melakukan pengaturan distribusi. “Kami hanya meminta kebutuhan dasar masyarakat jangan dikorbankan. BBM dan LPG merupakan kebutuhan sehari-hari, jadi jangan sampai masyarakat yang menanggung akibat ketika pasokannya bermasalah,” pungkasnya.
Ikuti DailyFX.ID
