— Indonesia secara resmi mengajukan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai kandidat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pengajuan ini terlihat dalam situs pemilihan direktur jenderal WHO pada akhir pekan lalu.

Masuknya nama Budi Gunadi Sadikin dinilai unik karena posisi tertinggi di badan kesehatan global di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu secara konvensional diisi oleh profesional medis atau kesehatan masyarakat. Budi sendiri memiliki latar belakang pendidikan sebagai fisikawan nuklir dan pernah berkarier panjang di sektor perbankan sebelum menjabat sebagai menteri kesehatan pada Desember 2020.

Sebelum terjun ke pemerintahan, Budi membangun karier di sektor korporasi. Ia pernah menjabat sebagai CEO Bank Mandiri mulai tahun 2013. Setelah itu, ia dipercaya memimpin PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), perusahaan pertambangan dan aluminium milik negara, hingga 2019.

Mengutip Health Policy Watch, pencalonan Budi menambah daftar kandidat dirjen WHO menjadi empat orang menjelang penutupan pendaftaran pada 24 September. Kandidat lainnya yang telah diumumkan ke publik adalah Dr Hanan Balkhy dari Arab Saudi, Dr Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar, dan Dr Hans Kluge dari Belgia. Keempat kandidat ini secara informal dinilai sebagai kandidat terdepan dalam pemilihan yang dijadwalkan pada Mei 2027 di Jenewa, Swiss.

Pemilihan Direktur Jenderal WHO mendatang berlangsung di tengah perubahan besar yang dihadapi organisasi kesehatan dunia tersebut, termasuk krisis pendanaan yang dipicu keputusan Amerika Serikat (AS) menarik diri dari WHO. Hal ini membuat badan kesehatan global tersebut harus melakukan efisiensi, termasuk pengurangan jumlah staf sekitar 25% dalam setahun terakhir sebagai upaya memangkas biaya operasional.

Tiga Tahap Pemilihan Dirjen WHO

Mantan Direktur WHO untuk Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, memaparkan bahwa proses pemilihan Dirjen WHO meliputi tiga tahap. Tahap pertama adalah calon memasukkan proposal lamaran hingga tanggal 24 September 2026.

Tahap kedua, WHO Executive Board akan bersidang pada Januari 2027 dan akan menominasi tiga calon Dirjen WHO. “Ada 34 anggota WHO Executive Board periode ini, sayangnya sekarang tidak ada wakil Indonesia di dalamnya,” ungkap Prof Tjandra.

Tahap ketiga, World Health Assembly, yang berisi seluruh 198 negara anggota WHO, akan bersidang pada Mei 2027. Hasil sidang ini akan menentukan siapa yang akan menjadi Dirjen WHO.

Prof Tjandra tidak berkomentar spesifik mengenai pencalonan Budi Gunadi Sadikin. Namun, ia menekankan prinsip kerja sebagai ‘international civil servant’ atau ‘pegawai internasional’ yang bekerja untuk kepentingan kesehatan global, bukan hanya mementingkan satu negara tertentu. “Begitu menjadi staf WHO maka kami berpikir dan bertindak adalah untuk kesehatan dunia,” katanya.