— OTTAWA – Menteri Luar Negeri Kanada, The Honourable Anita Anand, mencatat sejarah baru sebagai menteri luar negeri Kanada pertama yang menghadiri perayaan Hari ASEAN ke-59. Acara kehormatan tersebut diselenggarakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa pada Senin malam waktu setempat.

Perayaan yang diselenggarakan oleh ASEAN Committee in Ottawa (ACO), yang saat ini diketuai oleh Indonesia, dihadiri oleh sekitar 200 tamu. Tamu undangan meliputi korps diplomatik, pejabat pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, dan tokoh masyarakat. Kehadiran Menlu Anand memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi antara Kanada dan negara-negara ASEAN, terutama setelah pertemuannya dengan ASEAN Foreign Ministers’ Meeting Post-Ministerial Conference di Manila baru-baru ini.

Dubes RI untuk Kanada, H.E. Muhsin Syihab, yang memimpin ACO periode ini, menekankan peran sentral ASEAN sebagai jangkar stabilitas global. “ASEAN mungkin tidak dapat menyelesaikan setiap masalah, namun ASEAN tetap menjadi kekuatan penyeimbang, mengelola perbedaan secara damai, dan menjaga perdamaian tidak hanya melalui balance of power, tetapi melalui balance of trust,” ujar Dubes Muhsin.

Menlu Anita Anand mengapresiasi kepemimpinan Indonesia di ACO dan menegaskan komitmen jangka panjang Kanada di kawasan. “Kanada dan ASEAN mungkin dipisahkan oleh Samudra Pasifik, tetapi masa depan kita semakin terhubung. Kita memiliki kepentingan bersama dalam pasar terbuka, jalur laut yang aman, perdamaian, dan stabilitas,” kata Menlu Anand.

Kanada juga berkomitmen untuk merealisasikan target penyelesaian ASEAN-Canada Free Trade Agreement (ACAFTA) pada 2026. Hubungan ekonomi kedua pihak menunjukkan data yang solid, dengan ASEAN menjadi mitra dagang terbesar kelima bagi Kanada senilai CAD 52,4 miliar pada akhir 2024. Investasi langsung Kanada ke ASEAN mencapai hampir CAD 7 miliar, menempatkan Kanada di posisi ke-9 sumber investasi asing terbesar bagi ASEAN.

Dari sisi sosial-budaya, lebih dari 1,3 juta warga Kanada memiliki garis keturunan Asia Tenggara. Jumlah mahasiswa asal negara anggota ASEAN di Kanada melonjak dua kali lipat dibanding 2019, mencapai lebih dari 70,5 ribu pelajar pada akhir 2024.

Perayaan ini ditutup dengan pertunjukan seni budaya dari Indonesia, Filipina, dan Myanmar, yang bertujuan mempererat semangat persahabatan dan kerja sama di kawasan Indo Pasifik.

ASEAN Committee in Ottawa (ACO) adalah forum diplomatik resmi yang beranggotakan para Kepala Perwakilan negara-negara anggota ASEAN di Ottawa. Indonesia memegang keketuaan ACO pada periode Juli–Desember 2026, bertugas mempromosikan kepentingan dan visibilitas ASEAN di Kanada.

Hubungan kemitraan dialog ASEAN-Kanada yang telah terjalin lama akan mencapai usia 50 tahun pada 2027. Menyambut momentum ini, Indonesia akan mengemban amanah sebagai Negara Koordinator Hubungan ASEAN-Kanada periode 2027–2030.