DailyFX.ID — Harga batu bara global menunjukkan tren kenaikan signifikan pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Pasar Asia, khususnya, mendapatkan dorongan kuat dari kenaikan harga batu bara domestik di China serta meningkatnya permintaan terhadap komoditas asal Indonesia.
Berdasarkan data perdagangan, harga batu bara Newcastle untuk kontrak Agustus 2026 tercatat melesat US$ 1,15 menjadi US$ 129 per ton. Kontrak September 2026 melonjak US$ 4,5 mencapai US$ 134 per ton, sementara kontrak Oktober 2026 melejit US$ 4,55 ke level US$ 136,2 per ton.
Di pasar Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak Agustus 2026 juga menguat US$ 4,5 menjadi US$ 121,25 per ton. Kontrak September 2026 meningkat US$ 5,95 ke US$ 121,5 per ton, dan kontrak Oktober 2026 naik US$ 5,7 menjadi US$ 123,25 per ton.
Pasar batu bara termal di Asia dilaporkan bergerak bervariasi sepanjang pekan yang berakhir pada 7 Agustus 2026. Penguatan harga batu bara domestik di China menjadi penopang utama pasar regional, seiring dengan tumbuhnya permintaan batu bara dari Indonesia di pasar China dan Asia Tenggara.
Di China, harga batu bara termal domestik di pelabuhan Qinhuangdao mengalami kenaikan di seluruh kelas utama. Batu bara dengan spesifikasi 5.500 NAR mencapai US$ 125,33 per ton, 6.000 NAR diperdagangkan seharga US$ 138,64 per ton, dan 5.000 NAR menyentuh US$ 111,97 per ton.
Dalam empat pekan terakhir, harga domestik China dilaporkan meningkat sekitar 3% hingga 4%. Kenaikan ini mencerminkan kondisi pasokan domestik yang lebih ketat selama periode puncak musim panas. Meskipun demikian, stok batu bara impor di pembangkit listrik China masih memadai, sehingga aktivitas pembelian di pasar seaborne cenderung selektif.
Indonesia menonjol sebagai salah satu negara pemasok batu bara dengan kinerja terkuat. Harga batu bara Indonesia dengan kalori rendah berbasis FOB menguat seiring adanya peningkatan permintaan dari China dan negara-negara di Asia Tenggara.
Permintaan dari Vietnam dan Filipina juga terpantau tetap sehat. Dari sisi pasokan, ketidakpastian terkait kuota produksi di Indonesia sedikit membatasi visibilitas pasokan ke depan.
Permintaan Asia Menguat
Aktivitas tender di China juga mengindikasikan penguatan harga. Penawaran batu bara Indonesia dengan spesifikasi 3.800 NAR bergerak dalam rentang harga yang lebih sempit, sementara harga yang berhasil dimenangkan dilaporkan meningkat dibandingkan dengan level harga sepanjang bulan Juli.
Pasar batu bara Australia menunjukkan dinamika yang berbeda tergantung pada kualitas komoditas. Harga batu bara premium Newcastle 6.000 NAR mengalami koreksi tajam, dengan transaksi fisik dilaporkan pada level US$ 124,50 per ton. Sebaliknya, harga Newcastle 5.500 NAR menunjukkan penguatan karena adanya pembeli yang mencari batu bara berkalori menengah dengan harga yang lebih kompetitif.
Sementara itu, India masih memberikan pengaruh yang terbatas pada pasar regional. Ketersediaan batu bara domestik yang mencukupi serta persediaan di pembangkit listrik yang memadai membuat aktivitas impor tetap bersifat situasional dan berdasarkan kebutuhan.
Batu bara impor dari Indonesia dan Afrika Selatan masih menghadapi persaingan dari pasokan domestik India. Namun, beberapa pedagang dilaporkan mulai membangun kembali stok batu bara Indonesia berkalori rendah untuk mengantisipasi potensi peningkatan permintaan dari sektor industri setelah musim hujan.
Kenaikan harga batu bara domestik di China juga berkontribusi pada penyempitan selisih harga dengan batu bara impor, yang pada gilirannya meningkatkan keekonomian impor ke China Selatan. Dalam situasi ini, Indonesia dinilai memperoleh manfaat yang lebih besar dibandingkan Australia dari peningkatan minat beli China.
Ikuti DailyFX.ID
