DailyFX.ID — Angkatan Bersenjata Yaman resmi melancarkan operasi militer yang menargetkan posisi dan peralatan tempur milik kelompok Houthi pada Sabtu (8/8/2026). Langkah tegas ini diambil sebagai respons atas serangan bertubi-tubi yang dilancarkan kelompok tersebut terhadap sejumlah markas militer pemerintah.
Juru Bicara Militer Yaman Kolonel Majid al-Nuzaili menyatakan operasi balasan ini menyasar personel serta perlengkapan militer Houthi di sepanjang garis pertempuran pada berbagai poros utama.
Al-Nuzaili menuding kelompok Houthi sengaja menyeret Yaman ke dalam pusaran konflik regional demi melayani kepentingan agenda asing. Ia juga menegaskan, tindakan Houthi telah menghancurkan perekonomian nasional serta memicu pembelahan sektarian di tengah masyarakat.
Pemerintah dan tentara Yaman mengancam akan menuntut pertanggungjawaban penuh dari Houthi beserta pihak-pihak yang menyokongnya atas setiap eskalasi lanjutan. Militer Yaman dipastikan tidak akan ragu untuk bertindak lebih jauh jika serangan serupa terus berulang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Houthi belum memberikan pernyataan resmi terkait operasi militer balasan tersebut.
Eskalasi Pertempuran Sejak Juli
Operasi militer ini dipicu oleh serangan rudal balistik dan drone yang dilancarkan Houthi pada Kamis (6/8/2026). Kementerian Pertahanan Yaman mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menewaskan 17 prajurit dan perwira, serta melukai puluhan personel militer lainnya di Provinsi Marib dan Hadhramaut.
Bentrokan sengit antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran ini dilaporkan terus memanas di berbagai garis depan sejak awal Juli 2026.
Konflik bersenjata di Yaman telah berlangsung sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi mengambil alih ibu kota Sana’a dan menggeser pemerintahan yang sah secara internasional. Krisis ini berkembang menjadi salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia, yang diperparah oleh keterlibatan aktor regional dalam perebutan pengaruh geopolitik di Timur Tengah.
Provinsi Marib dan Hadhramaut menjadi wilayah paling krusial karena kaya akan sumber daya energi minyak dan gas, sekaligus benteng pertahanan utama pemerintah Yaman. Eskalasi pertempuran yang kembali meningkat sejak pertengahan tahun ini mengancam prospek perdamaian serta memperburuk stabilitas ekonomi dan keamanan masyarakat sipil di wilayah tersebut.
Ikuti DailyFX.ID
