DailyFX.ID — PT Modal Saham Asia Investama, melalui platform ModalSaham, menargetkan penyaluran dana sebesar Rp100 miliar kepada 10 perusahaan pada akhir tahun 2026 melalui program Fast Track Financing batch II. Angka ini mencerminkan respons terhadap kebutuhan modal yang beragam dari berbagai sektor industri untuk mendukung rencana pertumbuhan mereka.
Dana yang disalurkan memiliki berbagai fungsi, mulai dari pemenuhan kebutuhan proyek, pemenuhan pesanan, menjaga ketersediaan persediaan, penguatan operasional, hingga persiapan ekspansi. Nilai Rp100 miliar menjadi representasi dari berbagai fungsi vital modal dalam perusahaan produktif.
Hingga akhir Agustus 2026, ModalSaham telah berhasil menyalurkan Rp55 miliar kepada enam perusahaan yang bergerak di sektor agribisnis, konstruksi, manufaktur, periklanan, properti, dan transportasi. Fasilitas terbesar disalurkan kepada perusahaan konstruksi senilai Rp22 miliar.
Lima penerima lainnya mendapatkan fasilitas sesuai dengan skala pekerjaan, kebutuhan modal, kapabilitas internal, serta pola pembayaran masing-masing. Dengan realisasi tersebut, masih tersedia Rp45 miliar untuk empat perusahaan selanjutnya guna mencapai target penyaluran Rp100 miliar.
Chief Executive Officer (CEO) ModalSaham, Muhammad Reza Alkhawarismi, menjelaskan bahwa perbedaan nilai fasilitas pembiayaan mencerminkan perbedaan kebutuhan modal dan waktu yang dimiliki oleh setiap bisnis. Ia mencontohkan, pada perusahaan konstruksi, dana dapat bergerak untuk kebutuhan material, tenaga kerja, dan tahapan pekerjaan sebelum pembayaran termin diterima.
Reza menambahkan, pada sektor lain, titik kebutuhan modal bisa berada pada bahan baku, persediaan, pemenuhan pesanan, armada, atau biaya operasional. Oleh karena itu, nilai pembiayaan disusun agar sesuai dengan transaksi dan kemampuan usaha, memastikan modal masuk pada area bisnis yang paling membutuhkan dorongan.
Program Fast Track Financing sebelumnya telah sukses dilaksanakan pada Batch I tahun 2025, dengan penyaluran dana sebesar Rp40 miliar kepada perusahaan dari sembilan sektor produktif. Sektor-sektor tersebut meliputi fabrikasi, kendaraan listrik, konstruksi, konveksi, logistik, outsourcing, pangan, perminyakan, dan teknologi. Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan produktif seperti pengembangan kantor, gudang, pabrik, dan kendaraan operasional.
Sejumlah peserta dari program sebelumnya melaporkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan, berkisar antara dua hingga tiga kali lipat dalam kurun waktu satu tahun. Hasil ini memberikan ModalSaham gambaran konkret mengenai bagaimana tambahan modal dapat bertransformasi menjadi kapasitas usaha yang lebih besar ketika penggunaannya terhubung langsung dengan aktivitas bisnis inti perusahaan.
“Ketika perusahaan menerima fasilitas lalu mampu menunjukkan perkembangan usaha yang jelas, perusahaan sedang membangun catatan yang bernilai untuk tahap berikutnya,” ujar Reza pada Minggu (20/9/2026).
ModalSaham didirikan pada tahun 2018 dan mulai dikenal publik melalui platform equity crowdfunding pada 2019. Seiring waktu, ModalSaham memperluas layanannya dengan mengembangkan inkubasi, venture studio, ekosistem investasi, dan pembiayaan. Sejak 2023, PT Modal Saham Asia Investama berfokus sebagai perusahaan private equity.
Reza menyatakan bahwa ketika skala perusahaan semakin besar, Initial Public Offering (IPO) dapat menjadi salah satu opsi strategis untuk mendukung tahap pertumbuhan selanjutnya. IPO merupakan penawaran saham kepada masyarakat yang memberikan perusahaan akses ke pendanaan publik.
Ikuti DailyFX.ID
