— JAKARTA – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melaporkan kinerja keuangan yang membaik untuk periode enam bulan pertama tahun 2026. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 3,2 triliun, meningkat sekitar 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,1 triliun.

Peningkatan pendapatan ini didukung oleh efisiensi dalam pengelolaan beban pokok pendapatan. PT Darma Henwa berhasil menekan beban pokok pendapatan dari Rp 2,61 triliun menjadi Rp 2,59 triliun. Hal ini berkontribusi pada penguatan laba bruto sebesar 23,4%, dari Rp 495,87 miliar menjadi Rp 612,16 miliar.

Kinerja positif ini juga tercermin pada laba bersih. Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 89% menjadi Rp 354,28 miliar pada semester I-2026, naik signifikan dari Rp 187,44 miliar pada semester I-2025. Akibatnya, laba per saham juga ikut terkerek naik menjadi Rp 9,03 per 30 Juni 2026, dari sebelumnya Rp 5,39 pada tahun lalu.

Per 30 Juni 2026, total aset PT Darma Henwa mencapai Rp 17,62 triliun, dengan total liabilitas sebesar Rp 9,51 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan dibandingkan posisi 30 Desember 2025, di mana total aset tercatat Rp 16,73 triliun dan liabilitas Rp 8,14 triliun.

Pergerakan saham emiten yang terafiliasi dengan Grup Bakrie ini menunjukkan tren positif. Dalam sebulan terakhir, saham DEWA tercatat melambung lebih dari 50%. Pada penutupan perdagangan Jumat (7/8/2026), saham PT Darma Henwa Tbk ditutup pada level Rp 478.