DailyFX.ID — Menjelang kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping ke Amerika Serikat, persiapan perjamuan makan malam tingkat tinggi bersama Presiden AS Donald Trump pada Kamis (24/9/2026) waktu setempat di Washington kian dimatangkan. Acara ini menjadi sorotan dunia karena dijadwalkan menghadirkan jajaran pimpinan perusahaan raksasa dari kedua negara.
Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi jadwal kunjungan Xi Jinping yang berlangsung dari Rabu (22/9/2026) waktu setempat hingga Jumat (25/9/2026). Meskipun pihak China belum merilis daftar resmi eksekutif yang mendampingi Presiden Xi, jajaran pemimpin bisnis terkemuka dari pihak Amerika Serikat telah dipastikan hadir dalam pertemuan tersebut.
Petinggi Teknologi AS Dominasi Daftar Hadir
Berdasarkan informasi pejabat senior AS, perjamuan makan malam ini akan dihadiri oleh tokoh-tokoh utama industri teknologi, keuangan, dan manufaktur Negeri Paman Sam. Nama-nama tersebut, antara lain CEO Microsoft Satya Nadella, CEO Nvidia Jensen Huang, CEO OpenAI Sam Altman, CEO Google Sundar Pichai, CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk, CEO Apple Tim Cook, Pendiri Amazon Jeff Bezos, CEO Dell Michael Dell, serta CEO Citigroup Jane Fraser.
Kehadiran para petinggi sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI), semikonduktor, dan industri kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) ini menegaskan isu pembaruan kerja sama teknologi dan ekonomi menjadi agenda utama dalam dinamika hubungan bilateral kedua negara.
Utusan Industri China dalam Pertimbangan
Dari pihak China, perwakilan dari sejumlah konglomerasi industri utama dilaporkan tengah masuk dalam pertimbangan untuk hadir. Perusahaan-perusahaan tersebut meliputi produsen EV BYD, perusahaan teknologi dan ponsel pintar Xiaomi, produsen baterai CATL dan Gotion. Selain itu, manufaktur elektronik konsumen Hisense juga dilaporkan, berikut pemasok komponen otomotif Wanxiang, BUMN sektor perbankan Bank of China, dan konglomerasi pertanian COFCO Group.
Pertemuan bisnis tingkat tinggi ini berlangsung di tengah eskalasi ketegangan persaingan ekonomi dan teknologi, di mana kedua pemerintah sebelumnya saling memberlakukan pembatasan perdagangan (blacklist) terhadap berbagai perusahaan strategis. Kunjungan kenegaraan Presiden Xi Jinping ke Amerika Serikat dan perjamuan makan malam bersama Presiden Donald Trump merupakan momentum penting dalam diplomasi ekonomi global.
Di tengah dinamika tarif impor, pembatasan ekspor teknologi canggih seperti semikonduktor, serta pengawasan ketat terhadap rantai pasok global, keterlibatan langsung para pemimpin bisnis multinasional menjadi sangat krusial. Perjamuan ini dirancang sebagai wadah komunikasi bagi sektor swasta kedua negara untuk menjajaki titik temu, mengurai hambatan regulasi perdagangan, serta menjaga stabilitas investasi lintas negara.
Ikuti DailyFX.ID
