DailyFX.ID — Perempuan memegang peranan krusial sebagai pilar utama dalam menjaga kelestarian budaya dan nilai-nilai lokal. Salah satu wadah yang mewujudkan peran ini adalah Mighrul Lappung Bersatu, sebuah organisasi yang didirikan untuk perempuan keturunan Lampung dari pihak ayah.
Organisasi ini hadir sebagai platform untuk mempererat tali silaturahmi, memperkokoh persaudaraan, serta memberikan ruang bagi perempuan Lampung untuk berkarya, saling menguatkan, dan memberikan kontribusi positif, terutama bagi mereka yang berada di tanah perantauan.
Mighrul Lappung Bersatu secara resmi telah mengukuhkan Septriana Tangkary, yang bergelar Maharani, sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Mighrul Lappung DKI Jakarta untuk periode 2026-2031. Pengukuhan ini menandai babak baru bagi Jakarta sebagai salah satu wilayah penting dalam upaya pelestarian budaya Lampung di ibu kota.
Acara pengukuhan DPW Mighrul Lappung Bersatu DKI Jakarta Periode 2026-2031 dilangsungkan di Manggala Wanabakti, Jakarta. Septriana Tangkary dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dan seluruh jajaran. “Amanah ini bukanlah sebuah kebanggaan semata, melainkan tanggung jawab besar yang akan saya emban dengan penuh keikhlasan, dedikasi, dan semangat kebersamaan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Septriana menekankan pentingnya menjaga warisan budaya Lampung yang kaya, mulai dari adat istiadat, bahasa, tarian, musik tradisional, hingga kuliner khas seperti seruit, bebay maghring, dan sekubal. Ia menambahkan bahwa kekayaan budaya ini menjadi identitas daerah Lampung yang perlu dilestarikan. Septriana sendiri dikenal memiliki rekam jejak dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perempuan, budaya, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Mighrul Lappung Bersatu, Dwita Ria Gunadi (Gelar Ibuan Mego), berharap pengukuhan ini dapat semakin memperkuat persaudaraan masyarakat Lampung. “Momen pengukuhan ini tidak hanya sekadar seremonial, kita bersama-sama merajut persaudaraan, memperkuat persatuan keluarga besar masyarakat lampung baik yang ada di provinsi lampung DKI maupun perantauan,” ungkap Dwita.
Dwita menjelaskan bahwa Mighrul Lappung Bersatu didirikan pada 25 Oktober 2023 dan dikukuhkan oleh Pj. Gubernur Lampung saat itu, Samsudin. Pada tahun 2025, organisasi ini telah membentuk DPW di 15 kabupaten/kota sebelum akhirnya melebarkan sayap ke DKI Jakarta.
Dedikasi organisasi dalam menjaga budaya Lampung diwujudkan melalui berbagai program, salah satunya adalah program warisan bahasa dan aksara yang bekerja sama dengan Universitas Lampung. Selain itu, mereka juga mendukung pelestarian bahasa dan wastra Lampung sesuai dengan Instruksi Gubernur Lampung Nomor 4 Tahun 2025 tentang Hari Kamis Beradat.
“Kami berharap anak-anak Lampung tidak kehilangan jati diri, karena sejatinya tugas Mighrul Lampung adalah untuk menyatukan persatuan dan persaudaraan dan mewariskan adat budaya bagi generasi muda,” tambah Dwita.
Acara pengukuhan DPW Mighrul Lappung DKI Jakarta turut dihadiri oleh Istri Gubernur Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, yang turut menyanyikan lagu daerah Payu Kidah. Hadir pula Ketua DPRD Provinsi Lampung Irine Fransisca Giri, Ketua Ikatan Adiyaksa Darma Karibia Dewi Danang Suryo Wibowo, Ibu Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, Kepala Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Lampung di Jakarta Yosyalendra, dan Kapolda Banten Hengki.
Perwakilan dari berbagai organisasi perempuan juga turut hadir, termasuk Ketua Umum KOWANI Nani Hadi Cahyanto, Ketua Umum PIM Lana Koentjoro, Ketua Umum Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Deasy Mashudi, Pendiri IWAPI Dewi Motik, serta perwakilan dari Forum Perempuan Lampung dan tokoh adat lainnya.
Kehadiran Mighrul Lappung Bersatu diharapkan dapat terus menghidupkan lima falsafah Lampung kepada generasi muda. Kelima falsafah tersebut meliputi Pi’il Pesenggiri (menjaga kehormatan), Bejuluk Beadek (hak gelar adat), Nemui Nyimah (ramah tamah), Nengah Nyappur (bergaul dan bersahabat), serta Sakai Sembayan (bergotong royong).
Dengan dikukuhkannya DPW Mighrul Lappung Bersatu DKI Jakarta, diharapkan kapasitas perempuan Lampung di perantauan semakin menguat untuk mengembangkan diri dan berkarya di berbagai bidang. Organisasi ini juga berupaya mendorong pemberdayaan ekonomi, inovasi kreatif, serta pelestarian budaya warisan leluhur Bumi Ruwa Jurai.
“Melalui Mighrul Lampung, saya berharap kita semua dapat terus bersinergi dalam memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan budaya Lampung kepada generasi muda maupun masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tutup Septriana.
Ikuti DailyFX.ID
