DailyFX.ID — JAKARTA – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) diproyeksikan menawarkan potensi keuntungan menarik bagi investor, terutama melalui dividen besar di masa mendatang. Perusahaan telekomunikasi pelat merah ini mempertahankan panduan kinerja hingga 2026, meskipun mencatat pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat dari prediksi pada paruh pertama 2026.
Berdasarkan riset yang dirilis UOB Kay Hian, pendapatan TLKM mengalami pertumbuhan sebesar 3,9% pada semester I-2026. Angka ini bahkan disebut 1-3% di atas target yang telah ditetapkan sebelumnya. Kini, fokus utama perseroan adalah peningkatan profitabilitas, bukan lagi semata-mata memacu pertumbuhan pendapatan.
“ARPU (Average Revenue Per User) mobile TLKM meningkat 11,6% secara tahunan menjadi Rp46 ribu pada kuartal II-2025. Peningkatan ini berhasil mengompensasi penurunan jumlah pelanggan menjadi 153 juta,” ungkap riset UOB Kay Hian, dikutip Minggu (9/8/2026). Sementara itu, jumlah pelanggan broadband TLKM mengalami penurunan 8% secara kuartalan. Penurunan ini disebabkan oleh aksi bersih-bersih pelanggan nonaktif Indihome. Manajemen TLKM juga mengonfirmasi bahwa panduan belanja modal (capex) tahun ini tetap dipertahankan.
UOB Kay Hian juga mencatat bahwa TLKM masih melanjutkan program pensiun dini yang berpotensi menekan laba bersih. Namun, UOB menilai program ini justru dapat meningkatkan efisiensi operasional, terutama di Telkomsel yang berkontribusi 72% terhadap total pendapatan TLKM.
Dari sisi investasi saham, UOB Kay Hian menilai TLKM masih sangat menarik. Saham ini menawarkan dividend yield yang tinggi, mencapai 9,3%. Angka ini didukung oleh potensi masuknya dana segar dari monetisasi aset yang direncanakan perusahaan ke depan. Oleh karena itu, UOB Kay Hian mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham TLKM dengan target harga Rp3.600. Target ini didasarkan pada valuasi EV/EBITDA sebesar 5,4 kali, yang menawarkan potensi kenaikan sebesar 35% dari harga saham saat riset tersebut dibuat.
Ikuti DailyFX.ID
