— Perkembangan industri percetakan atau printing terus mengalami transformasi, mendorong pelaku usaha untuk melakukan diversifikasi produk dan memperluas segmen pasar. Perubahan ini sejalan dengan meningkatnya permintaan yang mencakup kebutuhan promosi, branding, kegiatan perusahaan, penyelenggaraan acara, hingga keperluan personal.

Menjawab dinamika tersebut, PrimaGraphia melakukan ekspansi layanan digital printing ke berbagai segmen. Jangkauan layanan kini meliputi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perusahaan, event organizer (EO), komunitas, reseller, hingga pelanggan individu.

Sejak beroperasi pada 2008, PrimaGraphia telah menyediakan beragam produk cetak dengan karakteristik dan skala produksi yang bervariasi. Untuk segmen UMKM, fokus layanan mencakup label produk, flyer, poster, dan materi promosi lainnya. Sementara itu, korporasi dan penyelenggara acara membutuhkan produk seperti backwall, banner kain, lanyard, kartu identitas, hingga gelang tiket. Pelaku usaha skala mikro umumnya memanfaatkan banner dan materi visual untuk mendukung identitas usaha.

Senior Product Manager PrimaGraphia, Irmawati, menjelaskan bahwa kebutuhan pelanggan saat ini semakin beragam, baik dari segi jenis produk, desain, maupun kuantitas produksi. “Pelanggan tidak hanya mempertimbangkan hasil cetak, tetapi juga membutuhkan pilihan produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Ada pelanggan yang datang dengan desain sendiri, ada pula yang memilih produk praktis dengan template yang tersedia,” ujarnya.

Irmawati menambahkan bahwa variasi kebutuhan tersebut menjadi pertimbangan utama perusahaan dalam mengembangkan portofolio produk dan layanannya. Dalam proses produksi, PrimaGraphia mengaplikasikan berbagai teknik pencetakan dan penyelesaian akhir, termasuk Digital Foil dan Digital Spot UV. Teknologi ini bertujuan untuk menghasilkan karakter cetak dan finishing yang unik sesuai permintaan pelanggan.

Perusahaan juga mengoperasikan mesin HP Indigo 10000 yang mampu mendukung pencetakan ukuran B2 serta produksi dalam volume besar. Selain cetak berbasis kertas, PrimaGraphia telah mengembangkan layanan untuk kebutuhan tekstil dan produk berbasis UV DTF. “Pemanfaatan mesin dengan kapasitas berbeda menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk melayani pesanan dengan variasi volume, mulai dari jumlah terbatas hingga produksi dalam skala yang lebih besar,” kata Irmawati.

Selain investasi pada teknologi, PrimaGraphia juga gencar mengembangkan kanal pelayanan daring. Konsultasi produk dapat diakses melalui layanan WhatsApp, sementara pemesanan juga difasilitasi melalui kanal e-commerce. Irmawati menekankan pentingnya kepastian waktu produksi, terutama untuk kebutuhan bisnis dan acara yang memiliki tenggat waktu ketat. “Ketika pelanggan membutuhkan waktu pengerjaan dua hari, kami berusaha menyelesaikan pesanan sesuai waktu yang telah disepakati,” imbuhnya.

Pengembangan produk, peningkatan kapasitas produksi, dan diversifikasi kanal penjualan menjadi strategi fundamental PrimaGraphia dalam mempertahankan posisinya di pasar printing yang kian terfragmentasi. Saat ini, PrimaGraphia telah mengoperasikan tujuh cabang yang tersebar di wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Bogor. Jaringan fisik ini dilengkapi dengan layanan daring yang menjangkau pelanggan di luar area cabang.

Ke depan, diversifikasi produk dan kemampuan menangani pesanan berbagai skala dipandang sebagai strategi kunci bagi pelaku industri printing untuk merambah pasar yang lebih luas. Ini sejalan dengan pergeseran kebutuhan cetak yang tidak lagi terbatas pada materi promosi konvensional, melainkan meluas ke branding, acara, tekstil, hingga personalisasi produk.