— Mengelola keuangan pribadi sering kali dihadapkan pada pilihan antara menabung sejak dini atau segera melunasi utang yang dimiliki. Prinsip dasar menabung memang penting, namun keberadaan utang, terutama yang berbunga tinggi, dapat mengubah prioritas tersebut. Beban biaya bunga utang yang besar berpotensi menggerus keuntungan yang didapat dari tabungan.

Menurut Yahoo Finance, seseorang dapat menyeimbangkan antara menabung dan membayar utang jika tingkat bunga utangnya di bawah 7% per tahun. Namun, jika bunga utang telah melampaui angka tersebut, melunasinya terlebih dahulu menjadi langkah yang lebih bijaksana. Hal ini karena bunga utang tahunan yang mencapai 7% atau lebih tinggi kemungkinan besar akan melebihi imbal hasil dari tabungan. Dalam kondisi seperti ini, terus menabung sambil mempertahankan utang berbunga tinggi dapat membuat posisi keuangan justru merugi.

Kapan Menabung Menjadi Prioritas?

Setelah berhasil melunasi seluruh utang dengan bunga di atas 7%, barulah menabung untuk berbagai kebutuhan bisa menjadi fokus utama. Jika masih ada sisa utang dengan bunga lebih rendah, pastikan pembayaran minimum bulanan tetap terpenuhi sambil mulai membangun pos tabungan.

Ada beberapa tujuan penting yang bisa menjadi sasaran utama setelah utang berbunga tinggi terselesaikan. Pertama, untuk memenuhi kebutuhan mendatang yang sudah diperkirakan, seperti biaya perbaikan rumah atau kendaraan. Kedua, membangun dana darurat yang idealnya mencukupi untuk pengeluaran 3 hingga 12 bulan guna mengantisipasi kejadian tak terduga seperti biaya medis mendadak atau kehilangan sumber pendapatan. Ketiga, mempersiapkan dana pensiun melalui kontribusi rutin ke rekening khusus yang berpotensi mendapatkan manfaat pajak dan bunga majemuk, serta dukungan tambahan dari perusahaan.

Kapan Utang Harus Segera Dilunasi?

Pelunasan utang harus menjadi prioritas utama ketika bunganya tinggi. Untuk utang dengan bunga di atas 7%, semakin cepat saldo utang tersebut dilunasi, semakin besar peluang untuk terhindar dari biaya bunga yang dapat menggerus kemampuan menabung. Namun, setiap strategi harus disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing individu.

Sebagai ilustrasi, mari bandingkan dua skenario pelunasan utang Rp 10.000.000 dengan bunga 15% per tahun. Pembayaran minimum ditetapkan Rp 300.000 per bulan, dengan sisa dana Rp 600.000 per bulan yang bisa dialokasikan untuk menabung atau mempercepat pelunasan utang.

Skenario 1: Menabung Sambil Membayar Utang

Dalam skenario ini, pembayaran minimum Rp 300.000 per bulan ke bank tetap dilakukan. Dana sisa Rp 600.000 per bulan ditempatkan pada rekening tabungan atau deposito dengan bunga 4% per tahun. Dengan pola ini, utang diperkirakan baru lunas dalam 43 bulan, dengan total pembayaran bunga mencapai sekitar Rp 3.000.000. Sementara itu, simpanan akan menghasilkan bunga sekitar Rp 2.000.000, belum termasuk biaya administrasi, pajak, dan asumsi bunga yang stabil.

Pendekatan ini diperkirakan menghasilkan kerugian bersih sekitar Rp 1.000.000 selama periode simulasi.

Skenario 2: Lunasi Utang, Kemudian Menabung

Pada skenario kedua, dana tambahan Rp 600.000 digabungkan dengan pembayaran utang minimum Rp 300.000, sehingga total pembayaran utang per bulan menjadi Rp 900.000. Dengan strategi ini, utang dapat dilunasi hanya dalam waktu sekitar 12 bulan atau satu tahun. Biaya bunga pun turun drastis dari sekitar Rp 3.000.000 menjadi hanya Rp 800.000.

Setelah utang lunas, dana sebesar Rp 900.000 per bulan kemudian dialihkan untuk menabung di rekening yang sama (bunga 4%) selama 31 bulan (sisa waktu dari periode 43 bulan pada skenario pertama). Dalam periode menabung ini, estimasi bunga yang dihasilkan berkisar antara Rp 1.400.000 hingga Rp 1.500.000. Skenario ini jelas lebih menguntungkan dibandingkan kerugian Rp 1.000.000 pada skenario pertama.

Strategi Mempercepat Pelunasan Utang dan Meningkatkan Tabungan

Beberapa strategi dapat diterapkan untuk mempercepat pelunasan utang sekaligus mengoptimalkan pertumbuhan tabungan. Kuncinya adalah menekan biaya bunga utang dan mencari celah untuk meningkatkan pendapatan.

Pertama, terapkan metode ‘avalanche’ atau longsoran utang. Prioritaskan pembayaran utang dengan bunga tertinggi terlebih dahulu, sementara utang lainnya dibayar sesuai kewajiban minimum. Setelah utang berbunga tertinggi lunas, alihkan dana lebih tersebut untuk melunasi utang berikutnya yang memiliki bunga tertinggi, dan seterusnya.

Kedua, otomatisasi pembayaran. Atur pembayaran utang bulanan secara otomatis sesuai prioritas. Ini mencegah dana dialihkan untuk kebutuhan lain yang kurang penting. Seiring membaiknya kondisi keuangan, setoran otomatis ini dapat ditingkatkan daripada menambah pengeluaran konsumtif.

Ketiga, cari opsi utang dengan bunga lebih rendah. Pertimbangkan untuk memindahkan utang ke lembaga keuangan lain yang menawarkan suku bunga lebih rendah. Namun, strategi ini berisiko dan membutuhkan disiplin ketat, serta perhitungan cermat terhadap seluruh biaya yang timbul untuk memastikan penghematan jangka panjang.

Keempat, cari produk tabungan atau deposito dengan bunga lebih tinggi. Memilih rekening dengan tingkat bunga tahunan yang lebih tinggi akan mempercepat pertumbuhan saldo simpanan Anda.