DailyFX.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menghadapi potensi koreksi lanjutan pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026. Meskipun penguatan indeks di bursa Wall Street dan kenaikan harga komoditas menjadi sentimen positif, kekhawatiran investor menjelang aksi demonstrasi pada 27 Agustus berpotensi menjadi katalis negatif.
CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan rentang support di level 6.440-6.380 dan resistance di 6.565-6.625. Analis merekomendasikan investor untuk tetap berhati-hati.
Perdagangan sebelumnya di bursa Wall Street ditutup menguat. Penguatan ini didorong oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah yang berlanjut untuk kedua kalinya, serta kenaikan harga saham semikonduktor. Imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun tercatat turun lebih dari 7 basis poin menjadi 4,625%.
Penurunan imbal hasil obligasi ini terjadi setelah adanya laporan bahwa Departemen Keuangan Amerika Serikat berpotensi menggunakan dana yang tersedia di akunnya sebesar US$ 1 triliun untuk membiayai pembelian kembali obligasi. Beberapa emiten semikonduktor yang mengalami kenaikan harga saham antara lain Nvidia dengan 2,19%, Advanced Micro Devices yang naik 4,91%, dan Micron Technology yang menguat 2,48%.
Meskipun ada potensi pelemahan IHSG secara umum, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan enam saham untuk peluang trading pada Rabu, 26 Agustus 2026. Saham-saham tersebut adalah AADI, ADRO, DSNG, HRTA, BRMS, dan EMAS.
Ikuti DailyFX.ID
