DailyFX.ID — JAKARTA – Saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) kembali menunjukkan performa positif pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Sekitar pukul 11.19 WIB, saham PACK tercatat di level Rp 466, mengalami kenaikan 9,91% dan mencapai level tertingginya dalam enam bulan terakhir. Total saham yang diperdagangkan mencapai 276,11 juta unit dengan frekuensi 15.405 kali transaksi, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 127,3 miliar.
Pergerakan saham PACK telah konsisten melompat sekitar 10% setiap hari sejak 20 Agustus 2026. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, saham berkode PACK ini telah meroket hampir 100%, berlipat ganda dari harga Rp 234.
Perusahaan yang terafiliasi dengan Haji Isam ini melaporkan kinerja keuangan interim yang diaudit per 30 Juni 2026. Per akhir Juli 2026, Haji Isam tercatat menguasai 21,11% saham PACK, sementara PT Eco Energi Perkasa, selaku pengendali, menggenggam 40,56% saham.
Abadi Nusantara Hijau Investama membukukan penjualan neto atau omzet sebesar Rp 213 miliar pada semester I-2026, melonjak drastis 937% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya mencapai Rp 20,54 miliar. Beban pokok penjualan ikut meningkat signifikan menjadi Rp 206,65 miliar dari sebelumnya Rp 17,18 miliar, sehingga laba bruto naik menjadi Rp 6,34 miliar dari Rp 3,36 miliar.
Meskipun demikian, PACK berhasil mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 195,82 miliar. Angka ini didukung oleh kontribusi bagian laba bersih dari entitas asosiasi yang mencapai Rp 202,84 miliar. Alhasil, perusahaan meraup laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 190,73 miliar, berbanding terbalik dengan kerugian bersih Rp 14,35 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen PACK menjelaskan bahwa total aset perusahaan per 30 Juni 2026 mencapai Rp 5,26 triliun, meningkat Rp 2,26 triliun atau 76% dibandingkan total aset pada 31 Desember 2025 yang sebesar Rp 2,99 triliun. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh uang muka investasi pada entitas asosiasi dan saldo kas di bank.
Jumlah liabilitas perusahaan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp 73,91 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp 2,82 triliun atau 97% dibandingkan total liabilitas pada 31 Desember 2025 yang sebesar Rp 2,89 triliun. Penurunan nilai liabilitas ini disebabkan oleh pembayaran utang-utang terkait investasi perusahaan yang telah direalisasikan pembayarannya.
Ikuti DailyFX.ID
