— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpeluang untuk menguat pada perdagangan Kamis, 17 September 2026. Proyeksi ini muncul di tengah berbagai sentimen pasar yang perlu dicermati.

Melemahnya indeks di bursa Wall Street menjadi salah satu faktor yang diperkirakan akan memengaruhi pergerakan IHSG. Kekhawatiran investor terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed di masa mendatang, seiring dengan angka inflasi yang masih persisten, diprediksi menjadi sentimen negatif di pasar global.

Namun, kenaikan harga beberapa komoditas utama seperti nikel, timah, batu bara, dan tembaga diperkirakan akan memberikan sentimen positif. CGS International Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 6.380-6.320 dan resist di level 6.495-6.550.

Pada perdagangan sebelumnya, indeks di bursa Wall Street kembali ditutup melemah. Hal ini merupakan respons terhadap keputusan The Fed yang menaikkan suku bunga acuan serta penekanan dari Gubernur The Fed Kevin Warsh mengenai persistensi angka inflasi.

Setelah menggelar rapat selama dua hari, The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%, sebuah langkah yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Kenaikan ini merupakan yang pertama kalinya sejak Juli 2023.

Awalnya, pasar bergerak menguat sebagai respons terhadap keputusan The Fed. Namun, pasar berbalik melemah sepanjang konferensi pers Gubernur The Fed Kevin Warsh, yang berulang kali menyatakan bahwa risiko inflasi belum membaik. Menanggapi pernyataan Warsh, imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun naik 2 basis poin menjadi 5,01%. Hal ini mencerminkan kekhawatiran bahwa The Fed mungkin tertinggal dari kurva inflasi meskipun telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Untuk perdagangan Kamis (17/9/2026), CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi saham untuk trading. Saham-saham yang direkomendasikan adalah JPFA, AALI, MDKA, AMMN, ADRO, dan ITMG.