— Ketua DPR Puan Maharani menekankan pentingnya mengikuti ketentuan konstitusi terkait pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas adanya wacana percepatan Pemilu 2029 yang diungkapkan oleh Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi.

Puan menyatakan bahwa sebagai warga negara yang taat hukum, semua pihak wajib mematuhi konstitusi, termasuk mengenai periode pelaksanaan pemilu. “Sesuai dengan konstitusi, pemerintahan itu berjalan sesuai undang-undangnya per lima tahun. Jadi ikuti konstitusi yang ada dan ya sebagai warga negara yang taat hukum ya ikuti semua aturan itu dengan sebaik-baiknya. Pemilu per lima tahun, ya kita lakukan setiap lima tahun,” ujar Puan di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (27/8/2026).

Sebelumnya, beredar video berdurasi 1 menit 47 detik yang menampilkan Budi Arie Setiadi berbicara tentang kemungkinan Pemilu 2029 berlangsung lebih cepat. Dalam video tersebut, Budi Arie duduk di samping Presiden ke-7 Joko Widodo dan menceritakan instingnya bahwa “ini lebih cepat dari 2029”. Ia kemudian bertanya kepada forum mengenai kemungkinan percepatan tersebut.

Menyusul kegaduhan publik yang timbul, Budi Arie Setiadi menyampaikan permintaan maaf. Melalui unggahan di Instagram @budiariesetiadi pada Rabu (26/8/2026), ia memberikan tiga poin klarifikasi. Budi Arie mengakui bahwa pernyataannya dalam sebuah pertemuan di Jakarta telah memunculkan spekulasi dan berbagai penafsiran.

“Saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” katanya. Ia menegaskan bahwa pandangan dan analisis tersebut adalah pandangan pribadinya, tidak melibatkan pihak lain, dan tidak berkaitan dengan Presiden Joko Widodo. “Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait-mengaitnya dengan Bapak Joko Widodo,” tegasnya.

Budi Arie juga menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas pernyataannya dan menerima segala konsekuensi yang mungkin timbul. “Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisis dan pernyataan saya tersebut. Terima kasih. Jaga terus persatuan Indonesia,” tuturnya.