DailyFX.ID — MALANG – Penerapan pupuk hayati cair terbukti mampu mendongkrak produktivitas padi di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Makmur di Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, berhasil mencatat hasil panen antara 11 hingga 12,5 ton per hektare berkat penggunaan pupuk hayati cair ExtraGen.
Keberhasilan ini mendorong Pemerintah Kabupaten Malang untuk mereplikasi metode tersebut kepada lebih banyak petani. Pada 21 September 2026, Pemerintah Kabupaten Malang bersama PT Indoraya Mitra Persada 168 (IMP 168), produsen pupuk ExtraGen, menggelar panen raya di demplot penggunaan pupuk organik cair tersebut yang dikelola Poktan Ngudi Makmur.
Acara panen raya dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Pemkab Malang Avicenna M Saniputera, jajaran pemerintah daerah, Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, serta para petani dari Poktan Ngudi Makmur.
Avicenna M Saniputera menyatakan bahwa hasil panen yang mencapai sekitar 12,5 ton per hektare pada lahan seluas 2 hektare ini merupakan indikasi positif. Ia menggarisbawahi potensi besar teknologi pupuk hayati organik cair yang dipadukan dengan varietas padi unggul. “Dan ini hasilnya sangat menggembirakan,” ujarnya.
Pengembangan demplot ini berfokus pada dua elemen utama: penggunaan pupuk hayati organik cair ExtraGen dan pemanfaatan varietas padi Sukma yang dikenal memiliki potensi produktivitas tinggi.
Ketua Poktan Ngudi Makmur, Samudji, menjelaskan bahwa capaian luar biasa ini tidak lepas dari penerapan pemupukan yang tepat dan berimbang sesuai kebutuhan tanaman. “Hasil panennya sangat bagus dan memuaskan, rata-rata bisa 11-12,5 ton per ha,” ungkapnya.
Poktan Ngudi Makmur berharap penggunaan pupuk organik cair ini dapat berlanjut, sehingga pengalaman dari demplot dapat memberikan manfaat nyata dalam peningkatan produktivitas pertanian di Desa Ternyang dan sekitarnya. “Harapannya ada kelanjutan dari penggunaan pupuk organik ExtraGen,” jelas Samudji.
Samudji menambahkan, kunci keberhasilan lainnya adalah waktu aplikasi pupuk yang tepat. Dalam demplot ini, pupuk cair hayati diaplikasikan pada tanaman berumur 7-10 hari, dilanjutkan dengan penyemprotan berkala setiap 7-10 hari. “Yang penting penggunaan pupuk tepat dan berimbang. Pengaplikasiannya juga harus tepat, mulai umur 7-10 hari, kemudian ada selang waktu penyemprotan sekitar 7-10 hari,” urainya.
Dukungan terhadap penggunaan ExtraGen juga datang dari Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi. Ia berharap pupuk organik ini dapat membantu meningkatkan kesuburan lahan sekaligus mendorong peningkatan hasil panen padi di Kabupaten Malang. “Pemanfaatan pupuk organik tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesuburan lahan pertanian sekaligus mendorong peningkatan hasil panen, khususnya padi,” kata Darmadi.
Dukungan ini dinilai krusial dalam pengembangan teknologi pertanian yang memberikan manfaat langsung kepada petani. Penggunaan pupuk organik ExtraGen diharapkan dapat diperluas di Kabupaten Malang, dengan tetap memperhatikan hasil pengujian dan kondisi spesifik setiap lahan.
Pengembangan Lebih Luas
Avicenna M Saniputera mengungkapkan bahwa Pemkab Malang berencana memperluas pengembangan aplikasi pupuk hayati. Berdasarkan hasil positif demplot ExtraGen, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Pemkab Malang tengah menyiapkan langkah-langkah pengembangan lebih lanjut, termasuk sosialisasi intensif kepada para petani dan kelompok tani.
Sosialisasi ini penting agar petani dapat melihat langsung efektivitas teknologi pupuk tersebut sebelum mengadopsinya secara luas. “Kita akan sosialisasi kepada para petani dan poktan, kira-kira peminatnya bagaimana untuk pemanfaatan pupuk ini di masa depan,” ujar Avicenna.
Pendekatan melalui demonstrasi langsung dinilai lebih efektif dalam meyakinkan petani. “Petani kita ini secara umum biasanya lebih mudah kalau diajak, diberi contoh daripada disuruh,” jelasnya. Avicenna menambahkan bahwa hasil demplot ini dapat menjadi pertimbangan utama bagi petani yang berambisi meningkatkan produktivitas lahan mereka.
Produktivitas padi di Kabupaten Malang saat ini rata-rata berkisar 7 ton per hektare. Angka ini dapat dibandingkan dengan hasil uji demplot yang mencapai sekitar 12,5 ton per hektare. “Produktivitas menjadi daya tarik, petani sudah melihat langsung, dari rata-rata hanya 7 ton kemudian bisa tembus 12,5 ton per ha,” papar Avicenna.
Sekretaris Daerah Pemkab Malang, Budiar, turut mengapresiasi peningkatan hasil panen yang signifikan pada demplot pupuk cair hayati ExtraGen. Ia menilai peningkatan ini perlu mendapat perhatian serius untuk dikembangkan lebih lanjut. “Pemda Malang mendukung agar penerapan pupuk cair ExtraGen diperluas dan dimaksimalkan,” tegasnya.
Budiar menambahkan bahwa hasil demplot ini dapat menjadi salah satu bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan langkah pengembangan teknologi pertanian yang berdampak positif pada produktivitas lahan dan hasil produksi petani.
Ikuti DailyFX.ID
