DailyFX.ID — JAKARTA – PT Pupuk Indonesia (Persero) gencar mendorong optimalisasi penebusan pupuk bersubsidi di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menjelang musim tanam periode Oktober 2026 hingga Maret 2027. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memenuhi kebutuhan petani dan mendukung sektor pertanian nasional.
Direktur Manajemen Aset Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam memastikan pupuk bersubsidi tersalurkan sesuai prinsip 7 Tepat, yaitu tepat jenis, jumlah, harga, waktu, tempat, mutu, dan sasaran. “Pupuk Indonesia berkomitmen untuk memastikan pupuk bersubsidi dapat tersedia dan tersalurkan kepada petani sesuai prinsip 7 Tepat… Untuk itu, kolaborasi seluruh pihak perlu terus diperkuat agar proses penyaluran berjalan optimal dan kebutuhan petani dapat terpenuhi,” ujar Tri Wahyudi dalam kegiatan Rembuk Tani dan Tebus Bersama Pupuk Indonesia, Kamis (17/9).
Melalui kegiatan Rembuk Tani, Pupuk Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), PUD, dan PPTS atau kios. Komunikasi yang baik diidentifikasi sebagai kunci untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kendala sedini mungkin agar dapat segera ditindaklanjuti bersama. “Kami terus mendorong agar seluruh ekosistem penyaluran pupuk dapat berjalan secara optimal. Tidak hanya memastikan ketersediaan pupuk, tetapi juga memastikan proses penyalurannya berjalan sesuai ketentuan dan dapat diakses oleh petani yang memiliki alokasi. Sinergi dengan seluruh stakeholder menjadi kunci untuk menjaga kelancaran tersebut,” tambah Tri Wahyudi.
Regional CEO 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, menambahkan bahwa musim tanam kali ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan koordinasi dan persiapan kebutuhan petani sejak awal. Ia menilai kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi membutuhkan sinergi kuat dari hulu ke hilir, termasuk peran aktif pemerintah daerah, penyuluh, PUD, PPTS, dan petani. “Kami berharap koordinasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat, sehingga berbagai kebutuhan maupun kendala di lapangan dapat segera dikomunikasikan dan ditindaklanjuti. Dengan demikian, petani dapat menjalankan kegiatan budidayanya dengan dukungan pupuk yang tersedia sesuai kebutuhan dan alokasi,” jelas Wisnu.
Hingga 15 September 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Takalar telah mencapai 17.167 ton, atau 58 persen dari total alokasi 29.776 ton. Sebanyak 18.313 petani dari 29.068 petani terdaftar dalam e-RDKK, atau 63 persen, telah melakukan penebusan.
Pupuk Indonesia juga memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi di wilayah tersebut. Per 16 September 2026, stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Takalar tercatat sebanyak 2.042 ton, yang tersedia melalui PPTS resmi PT Pupuk Indonesia. Sementara itu, Provinsi Sulawesi Selatan memiliki stok 132.228 ton pupuk bersubsidi yang siap disalurkan.
Perusahaan terus berupaya mengoptimalkan penyaluran pupuk bersubsidi di Sulawesi Selatan melalui penguatan stok di PPTS resmi, program edukasi dan pendampingan, serta evaluasi berkala bersama para pemangku kepentingan. Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai ketentuan, demi mendukung produktivitas pertanian di Kabupaten Takalar dan Sulawesi Selatan.
Ikuti DailyFX.ID
