DailyFX.ID — Miliarder Ray Dalio mengingatkan para investor untuk mengurangi kepemilikan obligasi dan mengalihkannya ke emas serta bitcoin (BTC). Langkah ini disarankan sebagai strategi perlindungan terhadap potensi krisis utang Amerika Serikat yang diprediksi terjadi dalam tiga tahun mendatang. Menanggapi hal ini, Head of Investment Research Pluang Maju Sekuritas, Jason Gozali, menyatakan bahwa peringatan Ray Dalio menegaskan bahwa risiko fiskal Amerika Serikat bukan lagi isu jangka panjang, melainkan sesuatu yang mulai disoroti pasar saat ini.
Jason menjelaskan bahwa dengan defisit anggaran sekitar US$ 2 triliun dan beban bunga yang mencapai US$ 1 triliun, ruang gerak Pemerintah AS semakin terbatas. “Kondisi ini menjelaskan mengapa aset yang tidak diterbitkan pemerintah seperti emas dan bitcoin kembali diminati,” ujarnya di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Saat ini, emas telah menyentuh level tertingginya sejak Mei, sementara bitcoin mencetak reli mingguan terbesar sejak tahun 2023. Tim riset Pluang Maju Sekuritas menilai bahwa alokasi bertahap ke aset lindung nilai merupakan langkah yang masuk akal bagi investor Indonesia. Hal ini terutama berfungsi sebagai penyeimbang portofolio di tengah ketidakpastian kebijakan fiskal global.
Prospek Emas
Pluang menetapkan target harga emas sebesar US$ 5.200 per troy ons dalam 12 bulan ke depan, yang berarti kenaikan sekitar 11% dari level saat ini. Potensi kenaikan harga emas ini akan ditopang oleh tiga katalis utama. Pertama, bank sentral di berbagai negara terus menambah cadangan emas mereka, dengan China memimpin melalui pembelian selama 21 bulan berturut-turut. Kedua, imbal hasil Treasury 30 tahun yang bertahan di atas 5% mendorong Departemen Keuangan AS untuk melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi jangka panjang, yang pada akhirnya menambah likuiditas dolar AS ke dalam sistem keuangan. Ketiga, permintaan lindung nilai meningkat seiring dengan munculnya tekanan fiskal serupa di Inggris, Jepang, dan China.
Prospek Bitcoin
Untuk bitcoin, Pluang menetapkan target harga US$ 100.000 dalam 12 bulan ke depan. Namun, pencapaian target ini memiliki satu syarat utama, yaitu arus dana dari ETF harus berbalik positif secara konsisten. Garis pertahanan kunci untuk bitcoin berada pada rata-rata pergerakan 200 minggu di kisaran US$ 63.300. Selama harga bitcoin bertahan di atas level tersebut, struktur pasar dinilai tetap konstruktif.
Ikuti DailyFX.ID
